
[image taken from: http://uwadmnweb.uwyo.edu]
Manusia tidak ada yang sempurna, begitu pula saya dan anda. Kita semua punya sebuah kebiasaan yang seringkali bertentangan dengan keinginan kita. Banyak jenis kebiasaan-kebiasaan buruk mulai dari kesehatan hingga masalah psikologis. Saya ingat pada suatu saat saya dihadapkan pada sebuah keputusan ketika saya akan mengulangi lagi kebiasaan buruk saya. Diri saya seakan terbelah menjadi 2 dengan satu pihak menginginkan saya melakukannya sementara diri saya yang lain berteriak supaya jangan melakukannya. Jika dianalogikan, hal ini seperti pertarungan antara ’setan’ vs ‘malaikat’, yang kebanyakan dimenangkan oleh kubu ’setan’.
Pertarungan ini sungguh menyiksa dan terjadi setiap kali saya dihadapkan pada keputusan mengulangi kebiasaan buruk atau tidak. Parahnya pertarungan ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun seperti pengakuan para perokok yang telat insyaf atau pecandu narkoba yang terlanjur ketagihan.
Dalam ilmu Neuro Linguistic Programming (NLP), hal ini disebut inner self conflict. Ada sebuah teknik NLP yang dapat digunakan untuk mendamaikan sisi ’setan’ dan ‘malaikat’ ini dan menghasilkan sebuah aksi yang positif. Teknik ini disebut Part Integration Technique. Yaitu teknik untuk mengurangi kerusakan atau tekanan mental akibat tidak terpenuhinya salah satu keinginan dari 2 keinginan yang saling bertentangan.
Langsung saja saya berikan contoh kasusnya:
Rokok vs Tidak Merokok
Perang batin dalam diri anda akan terjadi seperti ini:
Sisi Malaikat : “Jangan merokok!! Lihat sudah berapa banyak orang meninggal akibat rokok!”
Sisi Setan : “Kalo tidak ada rokok mana enak, mulut rasanya pahit, masalah mati itu kan ditangan Tuhan”
Jika situasi diatas terjadi, cobalah teknik Part Integration Technique seperti dibawah ini
Langkah Pertama
Taruh kedua tangan di depan anda dengan telapak tangan terbuka menghadap keatas. Lihat telapak tangan pertama. Bayangkan sebuah benda yang berkaitan dengan kebiasaan anda sedetail mungkin, mempunyai berat serta bisa berbicara. Benda itu adalah diri anda yang mewakili kebiasaan buruk anda. Lakukan hal yang sama dengan telapak tangan kedua yang mewakili keinginan untuk berhenti dari kebiasaan buruk anda.
Langkah Kedua
Lihat ke telapak tangan pertama dan tanyakan “Kenapa kamu ingin aku merokok?”. Jawabannya kemungkinan akan berupa “Karena tanpa rokok segalanya kurang lengkap, sensasi menghirup rokok membuat kamu senang kan?”. Kemudian tanyakan lagi pertanyaan “Kenapa kamu ingin aku senang?”. Maka jawaban yang mungkin adalah “Karena aku adalah bagian dari kamu, jika kamu senang maka saya juga senang”. Anda bisa terus mengajukan pertanyaan yang anda akan sadari bahwa benda tersebut sebenarnya berniat baik dan hanya ingin anda bahagia.
Langkah Ketiga
Lakukan persis seperti pada langkah kedua untuk keinginan anda untuk berhenti. Tujuan utamanya adalah membuat kedua diri anda untuk sepakat bahwa tujuan mereka sebenarnya sama-sama membuat anda bahagia. Ajukan pertanyaan ke kedua benda tersebut apakah niat mereka yang sebenarnya dan kompromikan cara apa yang secara logika paling baik buat anda. Tanyakan alasan dibalik setiap jawaban mereka.
Langkah Keempat
Beritahu mereka bahwa mereka berdua mempunyai tujuan yang sama dan dengan alasan tersebut tidak perlu ada perang diantara mereka. Jika anda melakukan dengan benar dari langkah pertama, maka anda akan menyadari bahwa kedua tangan anda akan mendekat dan mungkin sampai bersentuhan. Jika sampai bersentuhan, maka satukan kedua telapak tangan anda dengan erat. Hal ini akan menyampaikan pada alam bawah sadar anda bahwa perang batin telah usai dan anda tidak akan menemui kesulitan besar ketika anda dihadapkan situasi yang sama.
Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!
Dimas Rochmad
Pertanyaan seputar masa depan masih dan akan selalu menjadi kontroversi
KERJA DULU ATAU NIKAH DULU?
Sebagian orang berpendapat kemapanan adalah hal yang tidak dapat ditawar, namun sebagian orang berpendapat bahwa nikah secepatnya akan lebih baik dan lebih mempercepat proses kedewasaan
Lalu bagaimana dengan anda?
[image taken from http://www.aidsaction.info]
Pernahkah anda menganalisa setiap percakapan anda sehari-hari?
Dari sekedar obrolan ringan dengan teman, percakapan dengan tetangga, curhat session dengan sahabat?
Mungkin selama ini anda beranggapan bahwa kehidupan sosial anda baik-baik saja bila anda PINTAR BERBICARA, yang kemudian diartikan anda akan sanggup menghadapi siapapun dan pandai bernegoisasi.
PINTAR BICARA vs PINTAR BERKOMUNIKASI ?
Pintar berbicara adalah salah satu keahlian yang patut dibanggakan, namun hal ini dapat menjadi candu bagi kebanyakan orang untuk terus bicara, bicara, dan bicara demi mendapat pengakuan/validasi sebagai seorang pembicara yang handal.
Validasi bagaikan sebuah madu manis yang memabukkan sehingga dalam sebuah kesempatan apapun, seseorang yang merasa pintar bicara akan terus mencoba menunjukkan keahliannya dalam berbagai kesempatan tanpa peduli apakah pendapat atau nasehatnya memberikan solusi atau manfaat bagi lawan bicaranya.
Ia hanya ingin menunjukkan superioritas, bukan berniat untuk berkomunikasi.
Seseorang yang pandai berkomunikasi akan menyampaikan sebuah pesan dengan tepat dengan cara yang tepat (sesuai dengan misi awal) pula sehingga orang tersebut menjadi semakin disukai oleh lawan bicara.
Berikut ini adalah 6 hal yang wajib dihindari dalam sebuah pembicaraan jika anda ingin menjadi seorang komunikator handal.
- Berusaha memenangkan percakapan
Percakapan bukanlah pertandingan(kecuali debat), jadi tidak perlu adanya menang-kalah. Seorang pembicara akan merasa puas jika argumentasinya menang, namun seorang komunikator akan merasa puas jika lawan bicaranya menangkap dengan jelas maksudnya (atau bahkan terpengaruh) walaupun dirinya kalah dalam adu argumentasi. - Membandingkan ceritanya dengan cerita kita Jika suatu saat ada teman yang menceritakan kejadian buruk dan anda kemudian berkata “Ah saya ingat sekali pernah mengalami yang demikian dan bahkan lebih buruk dan bla…bla..bla” . Hey, teman anda disini hanya membutuhkan simpati anda, bukan seorang rival dalam perlombaan nasib buruk. Jadilah seorang teman yang suportif dengan mendengarkannya lebih baik dan memberikan saran terbaik anda (bila diminta) tanpa berniat MENGGURUI.
- Terlalu sering curhat
Ada kalanya ketika anda membagi duka, teman-teman anda akan ada disana untuk membantu anda. Mereka merasakan kesedihan yang sama seperti anda, bahkan mungkin lebih karena ada kalanya mereka ingin membantu namun terbatas dengan kemampuan mereka. Semakin sering anda curhat, maka semakin sering mereka mengalami perasaan-perasaan negatif tersebut dan membuat mereka tidak nyaman lagi berada di dekat anda. Sebaliknya jika anda ingin membuat mereka nyaman, maka simpanlah curhatan anda untuk orang yang anda percaya paling kompeten memberikan solusi bagi anda (terapis, konsultan, psikiater, dll)
- Hindari Gosip
Mungkin anda pernah diajak bergosip tentang keburukan seseorang. Tapi apa yang anda dapatkan dari kegiatan tersebut? Anda mau diajak bergosip karena anda INGIN DINILAI LEBIH BAIK dari yang orang anda gosipkan? Saya beritahu anda sebuah RAHASIA BESAR.
MENJELEKKAN ORANG LAIN = MERENDAHKAN DIRI SENDIRI (tanpa sadar)
Rumus diatas berlaku sebaliknya, jika anda selalu berpositive thinking terhadap orang lain, maka hal itu akan menaikkan respek orang lain terhadap anda karena anda adalah seseorang yang positif setiap saat dan membuat orang didekat anda menjadi positif juga.
- Sering Menginterupsi
Ketika anda tengah berbicara dan diinterupsi oleh lawan bicara , maka seketika anda tahu bahwa :
- Mereka tidak tertarik dengan ucapan anda
- Mereka merasa pendapat mereka lebih penting dari pendapat anda
- Mereka merasa lebih baik dari anda
- Mereka tidak menghargai anda!
Sekarang anda tahu jika anda melakukan hal itu kepada orang lain. Bayangkan perasaan mereka jika dalam sebuah forum, anda tidak berniat untuk menguntungkan kedua belah pihak melainkan cuma ingin membuktikan bahwa anda lebih baik dari semua orang disana, maka pembicaraan tersebut adalah sia-sia.
- Argumentatif/Tukang Debat
Suatu saat mungkin anda menemui seseorang yang terus-menerus menyampaikan opini yang berlawanan dengan anda tanpa peduli dengan tujuan awal pembicaraan. Jika anda menemui orang yang suka mengucapkan kata “tetapi”, maka kemungkinan ia termasuk kategori ini. Orang dengan kebiasaan semacam itu kemungkinan ingin membuktikan intelektualitas mereka dalam seni berdebat. Yang mereka cari adalah KEMENANGAN (atau validasi dari lawan bicara). Bahkan sesuatu yang sebenarnya tidak pentingpun bisa dijadikan alasan besar dengan analisa panjang lebar yang bahkan tidak ada kaitannya dengan permasalahan di awal.
Selain 6 hal diatas, masih banyak lagi tips dan trik untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari yang akan saya bagikan dalam artikel-artikel selanjutnya.
Selamat berlatih menjadi seorang komunikator yang handal dimulai dengan menghindari 6 hal diatas.
Semoga artikel ini bermanfaat!
Dimas Rochmad

[image taken from http://www.trondheimanglicans.net]
Pada suatu malam, seseorang mengetuk pintu rumah saya. Saya yang kebetulan sedang sendiri di rumah melihat keluar dan menemukan bahwa orang tersebut adalah teman lama orang tua saya yang menggeluti bisnis MLM. Saya mempersilakan beliau masuk.
Sebut saja beliau Pak P.
Malam itu raut mukanya terlihat bersemangat walaupun setelannya lusuh penuh dengan keringat.
Karena hanya ada saya dirumah, maka beliaupun ‘terpaksa’ hanya mengobrol dengan saya karena yang sebenarnya beliau cari adalah orang tua saya yang saat itu kebetulan berada di luar kota.
Saya kemudian menanyakan kabar Pak P terlebih dulu… apa kegiatannya saat ini… apakah masih menggeluti MLM yang sama?
Pak P menjawab dengan antusias bahwa sekarang beliau menjalankan bisnis MLM dengan menjual alat kesehatan. Dengan menggebu-gebu beliau menceritakan keberhasilannya membeli sebuah mobil dari hasil komisi MLM yang ini.
Saya hanya tersenyum mendengarkan cerita beliau
Tentu saja saya masih belum percaya saat itu juga karena saat itu beliau datang menggunakan motor, tapi setelah dipikir-pikir lagi, Pak P adalah orang yang lugu dan jujur, jadi saya memutuskan untuk ‘agak’ percaya.
Akhirnya malam itu beliau pamit dan akan datang keesokan harinya.
Tiga hari kemudian, Pak P datang disaat yang tepat saat orang tua saya berada di rumah. Pada pertemuan kali ini. Pak P menjelaskan bisnisnya secara detail kepada saya dan ibu saya. Saya bahkan terpaksa jadi ‘kelinci percobaan’ produk yang dibawanya saat itu (jika bukan karena paksaan ibu saya, pasti sudah saya tolak).
Ibu saya begitu terpesona melihat demonstrasi yang diperagakan beliau terhadap saya, sedangkan saya seperti biasa, selalu skeptis pada pertama kali.
Menurut saya bagus tidaknya sebuah produk tidak dapat dibuktikan dalam sekali pakai/pertemuan namun harus teruji dalam jangka panjang.
Produk kesehatan yang ditawarkannya tergolong mahal (>1 juta). Walaupun insting saya mengatakan produk ini lumayan, namun logika saya menggelitik saya untuk ‘menguji’ Pak P dengan mengatakan bahwa produk tersebut bagus, tapi untuk harga setinggi itu, orang tidak akan percaya kegunaannya jika hanya didemokan sekali saja. Untuk itu sebuah ‘trial’ akan menguatkan keyakinan calon pembeli akan kualitas produk tersebut dan tentu saja akan lebih mudah bercerita kepada orang lain karena sudah merasakan sendiri manfaatnya.
Mendengar ‘tantangan’ saya, ibu saya setuju, tetapi Pak P ragu untuk meminjamkan produk semahal itu pada kami untuk diujicoba selama beberapa minggu. Saya tahu Pak P membawa lebih dari 5 buah produk yang tentunya tidak akan menjadi masalah jika satu buah dipinjamkan pada kami.
Mungkin beliau berpikir kami juga belum tentu membeli…jadi ini adalah sebuah perjudian.
Pertemuan itu berakhir dengan beliau memasukkan kembali semua produknya dan pamit kepada kami. Pak P tidak memberi jawaban apa-apa.
Okeee! Tidak masalah bagi kami karena Pak P memposisikan dirinya sebagai seorang PENJUAL, bukan seorang TEMAN LAMA yang datang untuk memberikan manfaat bagi kami.
Mari kita analisa disini…
Yang saya maksud memposisikan sebagai PENJUAL, adalah mindset bahwa seseorang ingin mendapatkan keuntungan dari orang lain dengan pengorbanan/rugi yang sekecil-kecilnya. Prinsip ekonomi yang saya sebut kapitalis murni. Tidak memikirkan dari sisi calon pembeli sama sekali.
Coba kita bandingkan dengan posisi sebagai TEMAN, sebuah mindset dimana si penjual beranggapan bahwa dia menemui calon pembeli untuk MENOLONG dengan apapun yang dia bisa sebagai seorang TEMAN. Seorang teman yang menginvestasikan KEPERCAYAAN untuk mendapatkan KEPERCAYAAN. Seorang teman yang selalu siap MEMBANTU dan di masa depan akan TERBANTU.
Saya yakin anda pernah membeli sesuatu atas rekomendasi seorang teman, atau memilih membeli pada teman sendiri karena dia pernah membantu anda.
Saya yakin anda akan cenderung percaya kepada seseorang yang mempercayai anda terlebih dahulu.
Saya juga yakin jika kita BERUTANG BUDI kepada seseorang, kita akan sangat senang untuk membayarnya di kemudian hari.
Kembali pada kasus Pak P…
Saat itu saya berpikir sederhana…
Saya hanya mempercayai seseorang yang sudah menginvestasikan kepercayaannya pada saya, jadi saya akan melihat apa reaksi selanjutnya dari Pak P.
Bagaimana mungkin dia berharap saya mempercayai seseorang yang mengaku sebagai seorang teman, namun datang dengan tujuan MENDAPATKAN UNTUNG dari saya, bukannya memberi saya sebuah SOLUSI atas permasalahan saya?
Sebenarnya ini adalah prinsip yang sederhana yaitu prinsip timbal balik. Siapa memberi, dia mendapat. Siapa percaya lebih, maka dia dipercaya lebih.
Pernah suatu ketika Bapak Edi Setiawan (trainer UnICom) bercerita kepada saya. Dalam sebulan beliau memberikan free seminar dan training di beberapa universitas. Kemudian mengatakan pada peserta bahwa siapapun yang ingin berdiskusi atau membutuhkan bantuan, dengan senang hati beliau akan membantu semaksimal mungkin.
Karena kebanyakan adalah mahasiswa, maka secara logika mahasiswa adalah pasar yang kurang potensial jika dilihat dari klien-klien yang pernah ditangani oleh beliau. Banyak dari peserta tersebut tertarik dan magang sekaligus belajar dari beliau tentang komunikasi bisnis dan interpersonal. Hal ini tidak masalah karena mindset MENOLONG TEMAN sudah seperti kebiasaan bagi beliau.
Setahun dua tahun kemudian, beberapa dari mereka yang sudah lulus dan bekerja di perusahaan-perusahaan, menghubungi beliau karena perusahaan mereka ingin mengadakan pelatihan atau training bagi karyawan. Sebagian lagi menghubungi beliau karena merasa DIBANTU oleh beliau saat mengalami persoalan pribadi.
Dari orang-orang inilah rekomendasi demi rekomendasi terus mengalir dari orang-orang yang merasa terbantu oleh beliau sehingga pekerjaan terus mengalir tanpa harus susah-susah berpromosi.
Kembali pada kasus Pak P…
Setelah seminggu tidak menghubungi kami, Pak P akhirnya datang ke rumah dan menyetujui untuk meminjamkannya kepada ibu saya. Saya tersenyum karena dengan begitu berarti beliau sudah menginvestasikan kepercayaannya pada keluarga saya.
Alhasil pada bulan tersebut, ada 3 buah order dari rekan bisnis ibu saya. Buah manis dari KEPERCAYAAN yang telah diinvestasikan Pak P kepada keluarga kami.
Nantikan artikel selanjutnya, semoga bermanfaat bagi anda ![]()
Dimas Rochmad

(image taken from: http://www.amdsb.ca)
MLM atau Multi Level Marketing adalah salah satu bentuk sistem pemasaran modern yang mempunyai kekuatan LUAR BIASA.
Ya…LUAR BIASA!
Anda pasti sering mendengar kalimat LUAR BIASA jika anda pernah menghadiri presentasi atau seminar salah satu perusahaan MLM.
Biasanya kalimat lain yang sering menjadi langganan adalah …SUKSES, SAYA BISA, dan variasi-variasi kalimat motivasi lainnya.
Di Indonesia, MLM sudah sangat dikenal berbagai lapisan masyarakat dan menjadi kontroversi karena di tengah kemelaratan bangsa kita, bisnis MLM menjanjikan setiap pelakunya kekayaan tiada batas.
Dari kalangan pegawai kantoran, guru, dokter, mahasiswa, bahkan tukang sayur keliling sudah mengenal atau bergabung dalam bisnis ini. Sudah banyak pula kita dengar success story mereka yang berpenghasilan hingga ratusan juta rupiah perbulan dari bisnis tersebut.
Saya akan mencoba membagikan hasil pengamatan saya tentang kesalahan fatal yang masih dilakukan para distributor atau agen bisnis network marketing dari segi cara mereka menjual pada costumer.
Suatu malam saya dan Bapak Edi Setiawan (trainer UnICoM) berdiskusi mengenai selling atau teknik menjual, bagaimana seharusnya cara menjual yang efektif, namun sesuai dengan kondisi sosial budaya yang ada di Indonesia.
Kebetulan saat itu kami membahas berbagai jenis cara penjualan yang sudah ada berikut contoh kasusnya. Salah satunya yang kami anggap paling menarik adalah network marketing atau MLM, yang akhir-akhir ini gaungnya sudah jarang terdengar.
Saya dan Pak Edi menceritakan pengalaman dan opini masing-masing tentang MLM, bagaimana ketika pertama berkenalan, mengupas business rulenya, kelebihan dan kekurangan sistemnya, hingga ke person-person yang kami ketahui menjalankan bisnis tersebut.
Anda mungkin pernah mengalami kejadian seperti saya dibawah ini…
Salah seorang teman atau kolega saya ngotot tiba-tiba mengajak saya ke sebuah seminar, dan ketika saya tahu acara tersebut diadakan sebuah perusahaan MLM, saya (dengan sengaja) berusaha menghindar dari acara tersebut.
Saya merasa DIJEBAK
Saya bisa merasakan seseorang berusaha memprospek saya jika dalam setiap obrolan, dia pasti menghubungkan apapun topik obrolan… dengan MLMnya, dan dengan intens membuat saya tertarik untuk bergabung dalam bisnisnya.
Namun yang paling tidak saya sukai adalah…DIA MENCERAMAHI SAYA
Dia merasa bahwa bergabung dalam bisnisnya adalah SOLUSI UNIVERSAL untuk semua permasalahan saya.
Inilah contoh Solusi Universal yang saya maksud
1. Saya tidak punya pacar ->solusinya gabung MLM untuk bertemu calon-calon pacar yang jika nanti jadian, akan kemana-mana berdua mencari prospek bersama
2. Saya sedang bermasalah dengan keluarga saya -> solusi gabung MLM untuk sukses, maka keluarga akan akur kembali karena saya sukses
3. dll yang sengaja dihubung2kan dimana solusi akhirnya adalah JOIN
Saya akhirnya mulai merasakan ada unsur PAKSAAN yang menyertai penawarannya…
Akibatnya saya mulai MALAS BERTEMU dengannya lagi karena saya merasa dia akan membuntuti saya seumur hidup agar membuat saya membayar sejumlah uang yang cukup lumayan untuk mendapat produk yang belum tentu saya butuhkan.
SAYA MERASA DIA MEMANFAATKAN PERTEMANAN KAMI DEMI KEUNTUNGAN PRIBADI!
Apakah anda mengalami apa yang saya alami?
Mirip? atau… persis?
Jika YA, ada beberapa hal yang mungkin anda perlu ketahui…
Jika anda menganggap teman anda menjebak anda…
HAL ITU SANGAT TIDAK BENAR!
Saya sempat berpikiran sempit terhadap sahabat saya sendiri ketika mengalami hal tersebut
Namun saya sadar, mereka TIDAK MUNGKIN berpikiran seperti itu
Mereka hanya MENJUAL DENGAN CARA YANG SALAH
Mereka mungkin terlalu antusias hingga terlalu banyak berkoar-koar tentang mimpi-mimpi
Mereka kemungkinan hanya tenggelam dalam pikiran mereka sendiri
Yang berakibat… anda berpikir mereka TERLIHAT lebih mengutamakan uang daripada hubungan pertemanan dengan anda…
Jika anda mau memikirkan sekali lagi, anda pasti mengerti maksud saya
Bagaimana mungkin harga persahabatan yang tidak ternilai dapat diganti oleh ’secuil’ uang
KEHILANGAN TEMAN DEMI UANG?
Mungkin anda pernah mendengar dari para petinggi MLM bahwa bisnis tersebut adalah BISNIS MENOLONG ORANG…
Apakah mereka menjelaskan artinya MENOLONG?
Apakah anda merasa MEREKA BERNIAT MENOLONG ANDA?
Apakah mereka mau MENOLONG TANPA PAMRIH?
Kebanyakan para pemula bisnis ini akan menggembar-gemborkan bahwa mereka akan membantu mengatasi permasalahan si prospek, namun yang dimaksud para pemula tersebut adalah…
KALAU KAMU JOIN MAKA SAYA TOLONG KAMU UNTUK MENGHASILKAN UANG UNTUK SAYA
Disini satu lagi kesalahan fatal yaitu NIATAN YANG SALAH
………………………………………………………………………………….
Anda harus tahu RAHASIA TERBESAR dalam menjual yaitu :
ANDA MENJUAL KEPRIBADIAN ANDA, BUKAN BARANG ANDA
Barang hanya ALASAN LOGIS kenapa orang membeli dari anda
Orang lebih senang membeli dari seorang penjual yang BENAR-BENAR BERNIAT UNTUK MENOLONG mengatasi permasalahan mereka SEBAGAI SEORANG TEMAN
Bahkan untuk permasalahan yang tidak ada hubungannya dengan jualan sekalipun.
Saya ulangi keywordnya…MENOLONG, SEBAGAI SEORANG TEMAN
Betapapun sebuah produk tidak memiliki keunggulan dibanding produk lain, si penjual akan menjadi pilihan pertama jika pembeli merasakan suatu ikatan persaudaraan dan percaya bahwa penjual tersebut selalu berada di pihak mereka dan tidak mungkin mengambil untung dari ’saudara’ sendiri
Pendapat saya ini ketika saya sampaikan, diamini 100% oleh Bapak Edi karena itu sudah lama menjadi salah satu dasar konsep UnICoM dalam hal communication for selling. Alangkah kagetnya saya ketika hal ini ternyata sudah lama ada, namun mengapa para networkers di luar sana belum banyak yang tahu dan masih saja menggunakan cara-cara yang saya bilang sebagai PREMANISME DALAM MENJUAL.
Mungkin pola pikir ini akan sedikit lebih lambat pada awalnya, namun efek pada jangka panjangnya, pembeli akan MERASA NYAMAN, membeli dan membeli lagi dari anda, kemudian merekomendasikan ke semua orang dimana kekuatan rekomendasi dari mulut ke mulut sangat dahsyat.
Prinsip inilah yang sudah dilupakan oleh para penjual yang lebih mengutamakan meraih keuntungan dengan cepat, bahkan bersedia mengorbankan hubungan pertemanan hanya untuk uang yang tidak seberapa nilainya.
Dan karena pemahaman yang keliru pada ungkapan BISNIS MENOLONG ORANG inilah yang membuat masyarakat begitu anti terhadap MLM.
Anti terhadap penjualnya berakibat anti terhadap produknya.
Coba bayangkan! Apa anda mau membeli barang yang ditawarkan oleh seorang preman dengan gerak-gerik mencurigakan? Sedangkan si preman sebenarnya menjual barang yang bagus dengan harga murah (dan bukan barang curian).
Ada faktor lain yang juga sangat penting yang akan saya coba share pada artikel selanjutnya, yaitu faktor KEPERCAYAAN yang saya yakini juga sudah dilupakan banyak penjual sekarang ini, tidak hanya distributor direct selling saja namun juga sales-sales yang lain.
Saya juga akan menyertakan hasil diskusi saya dengan Bapak Edi Setiawan tentang bagaimana konsep UnICom dapat memberi solusi untuk permasalahan PREMANISME ini.
Nantikan artikel selanjutnya, semoga bermanfaat bagi anda
Dimas Rochmad

(image taken from: http://library.thinkquest.org)
Suatu hari saya sedang makan siang bersama klien saya di sebuah restoran. Sebut saja namanya BUDI. Seorang yang cukup sukses untuk ukuran orang seusianya. Ditengah pembicaraan, ketika bercerita tentang kondisi perusahaannya, entah karena terlalu semangatnya, Budi secara tidak sengaja menyenggol gelas yang ada disampingnya dan tumpahlah es teh yang masih banyak tersebut ke meja kami.
Saya hanya tersenyum sambil membantu membersihkan meja dengan tisu, sementara Budi dengan paniknya membersihkan meja sambil berkata “Aduh, mejanya sih kecil banget!”.
Mendengar ucapan Budi, saya hanya bisa tambah tersenyum.
Bukan saya berniat untuk mengolok atau apapun, namun karena profesi saya sebagai trainer UnICoM membuat saya menyadari ada ’sesuatu’ dibalik kalimat yang diucapkan Budi.
Setiap hari saya selalu berlatih untuk mengenali kepribadian dan pola interaksi orang yang saya temui selama ini dari bagaimana CARA BERBICARA, BAHASA TUBUH mereka, atau bahkan melalui STRUKTUR WAJAH mereka.
Saat saya mendengar kalimat Budi, saya langsung menangkap salah satu SINYAL YANG SANGAT JELAS dari Budi yang berkata bahwa dia KURANG PERCAYA DIRI.
Anda pasti heran mengapa saya bisa menyimpulkan demikian…
Tidak apa-apa… lanjutkan dulu dan anda pasti akan memahami maksud saya.
Anda pernah mendengar kalimat “NOBODY PERFECT” ?
Saya yakin semua orang pasti pernah, namun tidak semua memahami dengan tepat apa manfaat dibalik kalimat ini. Semua orang tahu bahwa melakukan kesalahan adalah hal yang sangat wajar. Lalu jika kita menyadari hal ini, mengapa kita masih BERALASAN bahwa kita TIDAK PERNAH MELAKUKAN KESALAHAN?
Atau dalam kasus Budi yang meng’KAMBING HITAMKAN’ meja karena ukurannya yang sempit.
BERALASAN, MENYALAHKAN ORANG LAIN, dsb
Sebuah mekanisme pembelaan yang digunakan seseorang yang KURANG PERCAYA DIRI
Dalam UnICoM CONCEPT, secara jasmani atau fisik, ada beberapa tanda yang dapat anda gunakan untuk menganalisa apakah anda sedang kurang percaya diri.
Tanda-tanda ini sangat berguna untuk melakukan kontrol agar kondisi emosi anda tidak mudah terbaca oleh orang yang tidak anda inginkan.
Anda tidak ingin terlihat kurang Pede didepan bos atau klien anda bukan?
- MENCARI ALASAN ATAS TINDAKAN ANDA Contoh pertama sudah saya ceritakan lewat pengalaman saya dengan Budi. Orang yang percaya diri tidak butuh alasan atas setiap tindakan mereka, mereka hanya memberikan penjelasan secukupnya dan tidak mempermasalahkan anda percaya atau tidak pada penjelasannya. Jika Anda membuat sebuah kesalahan, hal itu tidak akan mengubah siapa anda. Adalah hak setiap manusia untuk membuat kesalahan dan anda tidak butuh sebuah alasan untuk menghindari hal itu.
- MERESPON KRITIK DENGAN CEPAT
Saya yakin anda pasti pernah mengomentari performa teman anda dan mereka dengan cepat membalas komentar anda dengan berbagai alasan untuk meyakinkan anda bahwa hal itu perlu dimaklumi. Contohnya, jika anda mengatakan “Tumben kamu tidak dapat nilai bagus seperti biasanya?” dan teman anda langsung menjawab dengan cepat “Soalnya aku lagi capek, dan bla..bla.. “. jawaban seperti ini menunjukkan jika teman anda kurang percaya diri. Orang yang percaya diri akan mendengarkan lebih dulu sebuah kritik dan memilahnya apakah termasuk kritik yang membangun atau tidak.Bayangkan jika anda bertemu seorang binaragawan dan mengatakan “Kamu sepertinya lemah”
Menurut anda apa responnya?
Saya yakin dia hanya tersenyum (mungkin bahkan tertawa) dan pergi dengan pikiran SAYA-TIDAK-PERLU-MENANGGAPI-ORANG-INI-KARENA SAYA-TAHU-SAYA-KUAT.
- MENUTUPI KEKURANGAN
Adalah normal kita tidak ingin diejek karena kekurangan kita. Misalnya jika anda takut terhadap makhluk halus, binatang tertentu, atau ketinggian. Hal tersebut adalah NORMAL dan banyak orang mempunyai kekurangan yang sama. Saya pernah menonton film horor bersama teman-teman saya dan diantara teman saya, dan salah satu diantara mereka sering menutup mata selama bioskop diputar. Saat saya meledeknya dengan berkata “Kenapa? Takut?” Dia menjawab “Ah, mana mungkin saya takut dengan yang beginian!”.Padahal saya cukup sering melihatnya menutup mata dengan tangannya
Cukup banyak orang memakai kalimat-kalimat seperti “Saya tidak pernah”, “Saya selalu” sebagai kompensasi untuk menutupi kekurangannya dihadapan orang lain.
- MENJADI PERFEKSIONIS Apakah itu perfeksionis? Cara gampang mengenalinya adalah jika anda menemui kalimat seperti “Aku harus dapat nilai sempurna” atau “Saya tidak boleh membuat kesalahan”. Seorang perfeksionis selalu menganggap dirinya gagal jika tidak mendapat dapat memenuhi targetnya dan hal ini membuat semakin berkurangnya rasa percaya diri. Seseorang yang percaya diri lebih memilih meraih keberhasilan daripada kesempurnaan. Jika dia sudah menganggap dirinya berhasil, maka dia tidak akan menghabiskan tenaga untuk membuat segalanya menjadi sempurna.
- BODY LANGUAGE Salah satu tanda yang paling kasar adalah bahasa tubuh. Seseorang yang kurang percaya diri selalu mengambil ‘POSISI BERTAHAN’.Seperti melipat tangan diikuti dengan menyilangkan kaki. Bahasa tubuh adalah cermin dari perasaan yang sesungguhnya dari seseorang. Jika anda melihat seseorang melipat tangannya dan menyilangkan kakinya saat bersama anda, maka orang tersebut sedang berada dalam kondisi tidak nyaman berada dengan anda. Pikiran bawah sadarnya mengatakan bahwa melipat tangan atau menyilangkan kaki akan melindungi dirinya dari gangguan luar.
Mungkin saat ini anda sedang mengatakan “Oh tidak, berarti selama ini saya kurang percaya diri?”
Saya tidak tahu pasti, namun saya sarankan agar LEBIH MENGENALI DIRI ANDA dengan mulai MENGANALISA DIRI SENDIRI, mulai dari pikiran anda, ucapan anda saat berbicara, dan bahasa tubuh anda.
Saya sendiri selalu berlatih untuk MELAWAN ILUSI yang ada di kepala saya yang mengurangi rasa percaya diri saya. Saya selalu termotivasi untuk membuktikan bahwa semua pikiran-pikiran negatif itu salah dan di akhir pembuktian saya, saya selalu puas karena MEMENANGKAN PERTARUNGAN dan mempunyai KONTROL 100% atas tubuh dan pikiran saya.
Mari belajar mengenal diri kita mulai dari sekarang!
Edi Setiawan
(UnICoM Trainer)

Pernahkah Anda datang pada sebuah pesta resepsi pernikahan seseorang yang tidak Anda kenal atas ajakan teman, istri, suami, atau mungkin pacar Anda?
Saya yakin sekali Anda pasti pernah walaupun hanya sekali mendatangi acara semacam ini walaupun Anda tidak kenal dengan kedua mempelai.
Lalu ketika acara berlangsung, pasangan Anda bertemu dengan sahabat-sahabat lamanya….mungkin sahabat SMU atau kuliah, yang tidak satupun Anda kenal.
Kemudian pasangan Anda dan sahabatnya membentuk ‘lingkaran nostalgia’ yang Anda jelas tidak ikut didalamnya karena mereka tidak mengenal Anda. Mereka kemudian akan ngobrol sendiri tanpa melibatkan Anda dan Anda hanya diam saja mengikuti percakapan mereka dengan terpaksa.
Anda merasa TIDAK NYAMAN berada di lingkaran tersebut dan ingin segera meninggalkan mereka dengan alasan mengambil minuman atau alasan lain yang dapat membuat Anda keluar dari perbincangan tersebut.
Pernahkah Anda mengalami situasi seperti yang saya ceritakan diatas? Atau setidaknya kondisi serupa dimana Anda tidak nyaman ketika bertemu dengan orang-orang baru?
Jika Anda merasa tidak pernah mengalami masalah seperti diatas, maka saya SANGAT BANGGA dengan Anda! Berarti Anda adalah seseorang dengan kehidupan sosial yang aktif, menyenangkan, dan tidak mempunyai masalah untuk beradaptasi di lingkungan baru .
Namun bagi Anda yang pernah mengalami hal ini, saya akan coba untuk membantu bagaimana agar Anda tetap merasa nyaman kapan saja dimana saja, bahkan di dalam lingkungan yang benar-benar baru bagi Anda.
Sebelum itu saya ingin Anda membayangkan sekali lagi situasi resepsi pernikahan diatas
Teman atau pasangan Anda bertemu sahabat-sahabat lamanya…
Lalu mereka bernostalgia membicarakan masa lalu mereka
Anda berada dalam lingkaran diskusi tersebut
Saat mereka mengobrol….
Anda mengikuti perbincangan tersebut dan ikut melontarkan beberapa komentar atau gurauan
Lalu Anda bersama-sama mereka tertawa dan larut dalam lingkaran pembicaraan yang sangat menyenangkan
Sepulang dari resepsi, Anda mendapatkan banyak sahabat baru yang suatu saat pasti Anda akan membutuhkan mereka
Bagaimana?
Terasa SANGAT MENYENANGKAN bukan?
Mungkin yang menjadi pertanyaan Anda di kepala Anda adalah
“APA YANG HARUS SAYA BICARAKAN?”
“BAGAIMANA CARA MEMULAINYA?”
“SAYA TIDAK KENAL MEREKA, JADI KENAPA SAYA HARUS IKUT MENGOBROL?”
“SAYA TAKUT BIKIN MALU KARENA SALAH BICARA”
“MEREKA SEMUA ORANG KAYA SEDANGKAN SAYA HANYA ORANG BIASA SAJA”
Oke..oke…STOP!!
Saya yakin Anda pasti punya seribu pertanyaan lagi selain pertanyaan yang saya sebutkan diatas.
Namun bukan PERTANYAAN seperti diatas yang penting!
PERTANYAAN ITU MUNCUL KARENA ANDA TIDAK CONFIDENCE
Ya, simple memang
Anda terlalu sibuk membayangkan ILUSI kejadian yang tidak Anda inginkan jika Anda melakukan kesalahan.
Anda TAKUT MELAKUKAN KESALAHAN dan TAKUT HAL ITU BERAKIBAT BURUK PADA IMAGE ANDA.
Hal ini seharusnya sudah dapat diatasi jika Anda memiliki kepercayaan diri yang tinggi.
Saya akan membagikan beberapa tips dari aplikasi konsep UnICoM yang dapat Anda latih untuk meningkatkan CONFIDENCE Anda agar Anda dapat merasa nyaman kapan saja dimana saja.
- SAPA SIAPAPUN YANG Anda TEMUI
Entah orang tersebut teman akrab, tetangga yang tidak terlalu kenal, satpam perumahan, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun, BERIKAN SAPAAN DAN SENYUMAN Anda. - PERBANYAK FREKUENSI MENGOBROL Jika Anda termasuk orang yang pendiam di lingkungan Anda, cobalah untuk selalu memulai pembicaraan lebih dulu. Apapun topiknya, hal ini akan melatih kemampuan linguistik Anda yang akan sangat mendukung Anda untuk berinteraksi dengan lingkungan baru.
- BERANI JUJUR KEPADA DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN Seberapa banyak Anda merasa kecewa, atau capek karena Anda harus menahan diri untuk sesuatu yang Anda inginkan, hanya karena Anda TIDAK INGIN TERLIHAT BURUK dimata orang lain? Hal ini sangat penting. Jika Anda menginginkan sesuatu, jangan sampai Anda membatalkannya hanya karena Anda TAKUT DI-CAP ini itu oleh teman-teman Anda. Teman-teman Anda BISA BERKOMENTAR, tapi TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS HIDUP Anda.Saya sering mendengar komentar negatif dari teman-teman saya (walaupun niatnya hanya bercAnda) yang mengatakan, “Ah, sok akrab kamu” atau “Biasanya kamu tidak seperti ini” atau “Cieee”. Komentar yang ringan namun dapat berdampak sangat besar jika Anda belum memiliki tingkat kepercayaan diri yang kuat.
- PERBANYAK JUMLAH SAHABAT POSITIF Lingkungan yang positif akan sangat bagus untuk seluruh aspek kehidupan Anda. Mereka akan mendukung seratus persen jika Anda ingin berubah ke arah yang lebih baik dan akan mensupport Anda jika Anda sedang mengalami masalah. Saya tidak berkata untuk meninggalkan teman-teman lama Anda karena saya tahu pasti diantara mereka ada sahabat-sahabat terbaik Anda. Namun yang perlu digaris bawahi adalah, sedekat apapun sahabat Anda, MEREKA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PERKEMBANGAN DIRI Anda. Anda berdiri diatas kedua kaki Anda sendiri dan Anda dapat menggerakkannya kemanapun sesuai yang Anda inginkan.
- SAATNYA MENGUPGRADE BAJU ANDA Saya tahu, ini kelihatan sepele, namun setelan yang tepat dapat meningkatkan kepercayaan diri Anda. Bayangkan Anda memakai sandal butut, kaos oblong ditengah-tengah banyak orang yang berpakaian keren dan gaul. Jika Anda cukup confidence dalam situasi seperti itu, saya akan mengacungkan jempol bagi Anda. Namun jika tidak, bayangkan betapa malunya Anda melihat tatapan sinis dari orang-orang tersebut. Mengenakan pakaian terbaik Anda setiap waktu akan membuat Anda tampil lebih percaya diri.
Jika Anda sudah membaca sampai sini, saya asumsikan bahwa Anda sudah mengerti bahwa problem utamanya adalah KURANGNYA RASA CONFIDENCE, RASA NYAMAN TERHADAP DIRI SENDIRI sehingga Anda merasa tidak nyaman jika berada ditengah-tengah orang yang tidak Anda kenal.
Dalam UnICoM CONCEPT, manusia berperilaku dari cara pikir yang sudah tertanam bertahun-tahun yang dikenal sebagai MINDSET. Mindset yang salah mengakibatkan timbulnya perasaan-perasaan negatif yang terpancar dari bahasa tubuh kita.
Jika Anda pernah melihat film BOURNE IDENTITY, Anda dapat melihat sang tokoh utama Jason Bourne dapat bertarung menggunakan apapun yang ada di sekitarnya atau bahkan tangan kosong untuk memenangkan perkelahian. Hal itu dapat terjadi karena Jason Bourne sudah memiliki SENJATA UTAMA yang paling berbahaya, YAITU DIRINYA SENDIRI dengan MINDSET SEORANG JAGOAN.
Karena MINDSET saya analogikan sebagai SENJATA UTAMA Anda.
Dan MINDSET dapat dibentuk melalui proses latihan berulang hingga menjadi KEBIASAAN.
Bagaimana membentuk MINDSET?
Salah satunya adalah Visualisasi
Artikel ini saya dedikasikan khusus untuk Anda, semoga bermanfaat

Edi Setiawan
(UnICoM Trainer)

(image taken from http://davecaudill.com)
Pernahkah Anda mendengar iklan di TV yang berkata “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda” ?
Saya sangat menyukai iklan tersebut karena HAL ITU MEMANG BENAR.
Kita boleh saja beralasan bahwa kita tidak boleh menilai orang lain hanya dari luarnya saja. Saya tidak menyalahkan argumen seperti. Bahkan jika Anda benar-benar menerapkannya, saya akan sangat salut dengan Anda bahwa Anda bukanlah orang cepat mengambil kesimpulan dari kesan pertama.
Namun bagaimana jika Anda hanya bertemu dengan seseorang satu kali saja seumur hidup Anda? Seperti wawancara kerja.
Satu pertemuan yang menentukan masa depan Anda.
Satu pertemuan yang jika Anda tidak dapat mensiasati dapat menyebabkan Anda dianggap sebagai orang yang tidak kompeten, membosankan, tidak tegas, kurang percaya diri, dan tidak cocok untuk bekerja di perusahaan yang Anda datangi.
Sekali Anda gagal, tidak akan ada lagi kesempatan kedua untuk menunjukkan seperti apa diri Anda yang sesungguhnya sesungguhnya.
Dan yang lebih membuat Anda kesal adalah, Anda melakukannya dengan TIDAK SADAR!
Mungkin hanya karena Anda sedikit tegang, Anda tidak terlihat seperti biasanya. Anda tidak dapat menunjukkan kemampuan terbaik Anda pada saat wawancara
Saya tidak akan mengatakan sesuatu yang kuno seperti “Pede aja” atau “Jadilah pendengar yang baik” atau jargon-jargon yang hanya menyarankan tanpa memberi tahu bagaimana cara melakukannya.
Saya akan memberikan sesuatu dari konsep UnICoM yang EFEKTIF dan LANGSUNG DAPAT DIPRAKTEKKAN.
Dengan beberapa kali mencobanya, Anda akan terlihat sangat berbeda dihadapan orang yang baru Anda kenal. Jika Anda melakukannya sesuai tips saya, maka 90% Anda akan memberikan kesan yang positif.
Saya sengaja tidak menyebutkan 100% karena kadang-kadang ada orang yang memiliki masa lalu yang kurang bagus dan Anda (sialnya) mengingatkannya akan memori buruk tersebut. Sebagai contoh jika wajah Anda mirip dengan mantan pacar yang mengkhianati orang tersebut, maka orang tersebut akan cenderung berpikir Anda pasti mengkhianatinya padahal Anda adalah orang yang sangat setia terhadap pasangan Anda.
Ya kan? :p
Seseorang memerlukan 5-10 detik untuk membentuk kesan pertama terhadap Anda. Dan kemungkinan dia akan perlu beberapa menit untuk mengkonfirmasi kesan yang dia bentuk. Jadi jika Anda memanfaatkan beberapa detik pertama untuk membuat dia terkesan, maka Anda sudah 90% sukses.
Saya tahu Anda pasti berpikir dalam waktu sesingkat itu tidak mungkin Anda bisa memberikan kesan baik terhadap orang lain. Anda pasti berpikir bahwa Anda harus ngobrol akrab panjang lebar dalam situasi informal untuk dapat menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang menyenangkan.
Namun ada kabar baik bagi Anda, jika Anda melakukan hal-hal seperti yang saya sebutkan dibawah ini dalam 5-10 detik pertama, saya yakin Anda akan memberikan “Kesan pertama begitu menggoda” bagi mereka
Oke saya yakin Anda sudah tidak sabar, berikut ini adalah hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan kesan positif dalam waktu singkat.
- KONTAK MATA YANG CUKUP Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah melakukan kontak mata yang cukup. Maksud saya cukup adalah melihat mata lawan bicara Anda dengan pandangan wajar dan antusias (bukan melotot mengancam atau atau pAndangan jenis lainnya). Kontak mata yang cukup biasanya terjadi sekitar 70%-80% dari pertemuan
- BERJABAT TANGAN Berjabat tanganlah dengan akrab dan kokoh. Jabat tangan yang kokoh dan akrab dipadukan dengan kontak mata yang cukup akan memberi kesan bahwa Anda adalah seseorang yang sangat percaya diri dan tegas. Anda tidak perlu sampai meremas terlalu kuat kecuali Anda ingin dipecat sebelum bekerja. Cukup berikan sedikit tenaga saat bersalaman dengan pewawancara. Jabat tangan yang lemah menunjukkan bahwa Anda kurang percaya diri.
- TAMBAHKAN SENYUMAN
Jika Anda sudah melakukan point 1 dan point 2, maka Anda akan terlihat sangat percaya diri, namun pada saat yang bersamaan terlihat menakutkan. Karena itu tambahkan senyuman bersahabat di wajah Anda. Senyuman Anda akan membuat orang lain berpikir bahwa Anda adalah orang yang menyenangkan, ramah, dan bersahabat.Dengan begitu pewawancara dapat merasa lebih nyaman saat ‘menginterograsi’ Anda dan mulai membayangkan betapa nyamannya bekerjasama dengan Anda. Saran saya, tersenyumlah dengan tulus. Senyuman palsu dan tidak tulus akan terbongkar dengan mudah dalam waktu singkat. - DUDUK DENGAN PUNGGUNG TEGAK DAN TARIK BAHU KE BELAKANG
Posisi punggung tegak adalah tanda jika Anda percaya diri, bahagia, atau tertarik. Jangan pernah menyilangkan kaki atau melipat tangan ketika sedang duduk karena hal ini memberikan kesan bahwa Anda tidak nyaman atau bahkan ketakutan.

Jangan menempatkan sesuatu(map, tas, dll) antara Anda dan pewawancara seperti gambar diatas karena hal ini menimbulkan efek yang sama dengan melipat tangan dan menyilangkan kaki.
- JANGAN GARUK HIDUNG ANDA Apa hubungan antara hidung gatal dengan wawancara? Percayalah hal itu ada hubungannya secara psikologi dan biologi dan saya tidak akan menjelaskannya disini karena terlalu panjang. Jika hidung Anda tiba-tiba merasa gatal dan Anda ingin menggaruknya, JANGAN LAKUKAN!Hal ini akan memberi kesan bahwa Anda mengevaluasi sesuatu yang tidak Anda sukai dari lawan bicara. Saat wawancara, Anda tidak dapat menunjukkan kondisi emosi Anda kecuali Anda memang ingin menunjukkannya.
- PILIH BUSANA BERWARNA BIRU Jika Anda mempunyai kemeja atau setelan berwarna biru, saya SANGAT MENYARANKAN untuk memakainya pada saat wawancara. Dalam ilmu psikologi, biru memberi kesan LOYAL dan JUJUR. Memakai sesuatu berwarna biru akan memberi kesan bahwa Anda adalah orang yang setia dan jujur.
Bagaimana? Cukup mudah bukan! Saya yakin seratus persen bahwa Anda langsung bisa melatihnya sekarang juga didepan cermin di kamar Anda untuk wawancara esok hari.
Tips-tips diatas tak lebih hanyalah SECUIL dari apa yang ada dalam UnICoM, sebuah konsep menyeluruh yang akan memandu saya langkah demi langkah untuk menjadi seorang komunikator ulung. Teknik komunikasi hanya FAKTOR LUAR/FISIK, namun yang lebih penting daripada itu semua adalah bagaimana membentuk MINDSET dari sisi rohani atau bahasa panjangnya adalah menata ulang cara berpikir Anda sehingga hasil yang didapat OPTIMAL.
Anda dapat bayangkan teknik komunikasi efektif sebagai sebuah baju yang bagus yang Anda pakai, yang membuat Anda dihormati sebelum orang mengenal Anda.
Tapi apakah Anda ingin orang menghormati Anda hanya dari pakaian Anda? dan setelah mengenal lebih jauh, mereka mengenal Anda sebagai orang yang berbeda dari kesan pertama, atau bahkan menyesal mengenal Anda?
Anda tidak ingin itu terjadi pada diri Anda bukan?
Semua tips diatas didasari dari konsep UnICoM dan telah saya latih dan praktekkan berulang-ulang secara dan telah saya ajarkan kepada banyak kalangan job seeker dalam UnICoM Training Center.
Untuk menjadi seorang komunikator ulung, seseorang harus mempunyai kombinasi antara faktor fisik (bahasa tubuh), cara berpikir yang benar (mindset) dan sisi rohani (cara membentuk mindset) yang kuat sebagai pondasi untuk mempraktekkan teknik komunikasi dengan optimal.
Saya percaya apapun latar belakang Anda saat ini asalkan Anda bisa membaca, Anda pasti dapat menarik berbagai peluang emas yang tentu saja menuntun Anda pada kesuksesan dalam hidup.
Artikel ini saya dedikasikan khusus untuk Anda, semoga bermanfaat dan selamat mencoba! ![]()

Edi Setiawan
(Trainer UnICoM)
Sebenernya sudah lama saya ingin menulis tentang Hitman System, sebuah website yang dibangun 3 orang yang merasa telah gagal dan putus asa dalam hal menjalani hubungan dengan wanita. Tiga orang ini jatuh bangun saling dukung sampai akhirnya mereka berhasil menemukan solusi atas kegagalan mereka di masa lalu.
Pertama kali saya menemukan website mereka, saat itu saya sedang menyukai seseorang gadis cantik yang saya anggap mustahil saya dapatkan.
Hitman System menyebut keadaan ini sebagai NGAREP atau BERHARAP BERLEBIHAN
Setiap hari kepala saya terbius oleh bayangan wanita tersebut hingga benar-benar mengganggu aktifitas dan pekerjaan saya sehari-hari. Saya meyakini hal ini sebagai proses jatuh cinta dan seperti yang banyak orang katakan, JATUH CINTA ITU INDAH DAN MENYIKSA BILA BERTEPUK SEBELAH TANGAN.
Saya terus saja membayangkan, bagaimana saya berduaan dengannya, menyatakan perasaan saya dengan sangat tulus, dan dia dengan malu-malu menerima saya. Kemudian kami akan menjadi sepasang kekasih yang menjalani hari-hari dengan indah sampai ke jenjang pernikahan. Setelah itu saya akan menikah dengannya, menjalani bahtera rumah tangga yang harmonis. Lalu dia akan melahirkan anak-anak saya dan kami akan hidup bahagia SELAMANYA.
Saat itu saya masih hidup dalam ILUSI diatas.
Sedangkan wanita yang saya inginkan? Dia jelas saja tidak tahu jika saya begitu tersiksa karena memikirkannya. Kenal saja belum seberapa dekat, bagaimana dia tahu?
Suatu malam, saya dengan semangat mencari inspirasi dari internet dengan keyword “BAGAIMANA CARA MENYATAKAN CINTA”, saya keluar masuk forum yang memberi saya banyak ide mulai dari pegang tangan, tatap mata, kemudian tembak. Atau tulis puisi, nyanyikan sebuah lagu, makan malam romantis, dll.
Saya ingat waktu itu ketika saya merasa sudah menemukan ide cara nembak yang brilian yang sudah saya catat dalam sebuah file. Namun ada seseorang yang menjawab dengan post yang hanya berisi link menuju website Hitman System. Nama yang unik dan mirip dengan judul sebuah game tersebut membuat saya penasaran apa isi dari website tersebut.
Setelah saya buka, mata saya benar-benar terbelalak. Saya benar-benar terkejut dengan artikel-artikel radikal yang MENGHAJAR ISI KEPALA SAYA hingga membuat saya tidak bisa tidur untuk 2 malam.
Apa yang anda bayangkan saat mendengar sebuah artikel berjudul :
Membedah Rasa Sakit Seorang Jomblo
atau
Cewek dan Pasir Hisap
Saya yakin beberapa diantara anda sudah ada yang mengetahui mengenai Hitman System, namun enggan membicarakan dengan teman-teman anda. Hal itu adalah WAJAR, karena saya sendiripun pada saat menemukannya, saya seperti menemukan sebuah HARTA KARUN yang tidak diketahui oleh banyak orang, jadi mengapa tidak saya simpan dan praktekkan sendiri. Waktu itu saya takut dicap CUPU oleh teman-teman saya. Saya takut mereka menganggap saya tidak mampu mendapatkan seorang pacar.
Itu ketika saya BERPURA-PURA menjadi LELAKI DEWASA
Setiap hari saya membaca berulang-ulang artikel yang saya save dari website Hitman System dan saya putuskan untuk mencoba menerapkan dalam kehidupan sehari-hari saya.
Hari pertama saya mencoba tips dari HS, SAYA BENAR-BENAR TIDAK MENYANGKA para wanita yang saya kenal memberikan respon yang MENGEJUTKAN. Ini membuat saya tidak tidur untuk semalam lagi.
Saya semakin optimis bahwa saya akan mendapatkan pacar seorang wanita cantik jika saya menerapkan strategi dan konsep HS dalam kehidupan saya. Di otak saya sudah terpampang gambaran saya memeluk beberapa wanita cantik dan seksi.
Itu ketika saya masih belum menjadi LELAKI DEWASA
Semakin lama saya baca artikel dari mereka. Saya menyadari bahwa MENDAPATKAN WANITA BUKAN TUJUAN UTAMA dibentuknya Hitman System.
Jujur saja bahwa mendapatkan wanita yang cantik merupakan salah satu impian saya, dan menjadi salah satu alasan saya terus membaca dan mempraktekkan tips mereka.
Namun ketika saya menyadarinya, ada sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekedar mendapat pacar yang cantik.
KEPRIBADIAN DAN KEHIDUPAN YANG MENARIK
Saya baru menyadari bahwa saya melewatkan begitu banyak kesempatan-kesempatan emas dengan berada di area nyaman saja. Kehidupan saya benar-benar garing dan membosankan. Dan yang paling parah, saya sering skeptis terhadap sesuatu yang terlihat berbeda dari penilaian masyarakat pada umumnya, padahal itu hanya ALASAN saya untuk menutupi sifat PENGECUT karena tidak berani mengambil resiko mencoba sesuatu yang berbeda.
Beberapa bulan saya mengenal, meresapi, dan menerapkan tips dari HS, hidup saya berubah total ke arah yang lebih positif sampai akhirnya saya MEMUTUSKAN UNTUK PERGI KE JAKARTA untuk mengikuti workshop yang mereka adakan.
Jika sampai disini anda ingin menghujat, mengejek, atau apapun. Saya akan MENERIMA DENGAN SENYUM dan HATI TERBUKA. Saya akan tetap menganggap anda sebagai sahabat saya meskipun anda keberatan berteman dengan saya setelah membaca postingan ini.
Jujur saja motivasi saya untuk mengikuti workshop tersebut adalah rasa hutang budi saya yang mendalam karena karya mereka sudah membuat saya menemukan DIRI SAYA YANG HILANG sebagai seorang lelaki.
Sekarang saya sudah menerima diri saya dan hidup lebih nyaman sebagai seorang LELAKI.
Jadi untuk apa saya takut menyembunyikan identitas saya di depan anda?
Tulisan ini didedikasikan untuk Hitman System dan semua brotherhood alumni yang pernah merasakan apa yang saya rasakan dan KEBERANIAN mereka untuk berubah demi kehidupan yang lebih baik.
From Lossy to Glossy
Dimas a.k.a FLY
3 Second Rule

Kali ini saya engga ngomongin masalah aturan 3 second violation-nya pertandingan basket, walaupun secara analogi mempunyai konsep yang sama.
3 Second Rule maksut saya adalah
3 Second Rule dalam MENGAMBIL KEPUTUSAN
Oke….saya jelasin aja biar g bingung
Pernah g suatu kali di suatu tempat….kita tiba2 pengen bgt ngelakuin sesuatu namun terbentur kata “GIMANA KALO”
Contohnya gini:
Suatu ketika lagi kluar, kita ngeliat sebuah warung makan yang blom pernah kita coba. Waktu itu kita tertarik buat masuk ke warung itu, namun ketika baru beberapa langkah….suara di kepala mengatakan
“GIMANA KALO GA ENAK?”
“GIMANA KALO MAHAL?”
“GIMANA KALO GA HALAL?”
“GIMANA KALO YANG JUAL CAKEP?” *skip this one
“GIMANA KALO ….bla..bla…bla?”
Silakan terusin dengan rumus pakem “GIMANA KALO” + KATA SIFAT NEGATIF + “?”
Pada akhirnya kita berhenti, dan berbalik arah memutuskan untuk makan di warung biasa karena sudahnyaman di warung tsb.
[oke ini space buat bernapas]
Dengan 3 Second Rule, berarti kita mencoba untuk tidak berpikir terlalu lama untuk melakukan hal yang kita inginkan.
Sesaat ketika kepala kita baru akan mengatakan “GIMANA KALO…”, kita akan langsung menggunakan 3 second rule dengan berkata dalam hati
“BODO AH YANG PENTING GW PINGIN DAN GW LAKUIN SEKARANG JUGA” dan dengan bangganya melangkah maju sebagai prajurit yang memenangkan pertempuran batin dalam kepala kita.
Mirip dengan 3 Second Rule dalam basket. Sang pemain lawan akan dianggap melanggar peraturan apabila berhenti ato diem di sebagian area lawan lebih dari 3 detik.
Jadi kalo saya, saya akan menganggap diri saya melanggar HATI NURANI saya jika dalam 3 detik saya ngga bergerak untuk melakukan hal yang saya inginkan saat itu.
Saya sama sekali engga menyesal walopun hal tsb memberikan hasil yang tidak diharapkan
Dalam kasus diatas, mungkin …..makanan di warung tsb memang mahal, atau memang tidak enak, dsb
Tapi setidaknya saya udah terbebas dari rasa penasaran
Dan pengalaman itu akan mewarnai portofolio kehidupan saya dalam menjalani petualangan hidup saya
dan itu yang saya anggap sebagai “MAN OF ACTION”


