DimasPribadi.com

sharing and selling is fun

Belajar Hati Jika Tidak Hati-Hati Bisa Jadi Tinggi Hati

with 2 comments

Judul yang memusingkan bukan? Yup …semenjak pertama kali mengikuti sebuah seminar dimana pembicaranya salah satunya adalah pemilik kaos Joger yang dikenal dengan Mr.Joger. Saya jadi ketularan untuk bermain-main dengan kata.🙂

Post ini sebenarnya adalah kisah saya ketika bertemu dengan seseorang yang mungkin sedang dimabuk ilmu ‘hati’…hehe

Suatu hari saya sedang mencari jasa perbaikan komputer, kebetulan untuk komputer kantor 4 biji lagi rusak semua. Setelah browsing sana-sini akhirnya nemu juga dan saya telp dan yang angkat waktu itu langsung sang pemilik.

Singkat kata saya minta dikirim penawaran via email (sampai sekarang nggak dikirim2 juga hahaha) untuk biaya perbaikannya.

Beberapa hari kemudian saya datangi tokonya dan bertemu langsung. Orangnya sangat ramah, selalu tersenyum, pokoknya ramah sekali. Saya kemudian menanyakan tentang penawaran itu dan dia menjawab “Kita sekarang fokusnya laptop”.

Wow… ini adalah cara menolak customer dengan sangat halus. Pastilah tokonya ramai sekali dan penjualan laptopnya tinggi pikir saya. Saya mencoba mengajak ngobrol basa basi namun sepertinya dari jawabannya mengesankan males melayani beberapa pertanyaan saya.🙂 Sayapun pulang

Beberapa hari kemudian kakak saya mengajak saya ke toko komputer tersebut untuk beli sesuatu. Si Pemilik toko ternyata mengenali kakak saya lho…katanya sudah langganan bertahun2 yang lalu…hmmm

Sembari menunggu mereka ngobrol, saya melihat-lihat di toko tersebut dipajang berbagai sertifikat dan brosur tentang semacam meditasi bernama reiki. Saya jadi teringat pakde saya juga mempelajari reiki ini (reiki itu sejenis ilmu mengolah energi untuk self healing atau pengobatan dengan energi aura…pokoknya seperti itulah)

Karena penasaran saya bertanya ke pemilik toko tersebut.

Saya : “Reiki itu apa pak?”
Pemilik Toko : “Apa hayo?”
Saya : “Paman saya kalo nggak salah jg belajar sejenis ini”
Pemilik Toko : “Sejenis apa?”
Saya : “Ya reiki, trus ada namanya kundalini, dll gitu untuk mengolah energi tubuh?”
Pemilik Toko : “Ah KALAU ITU SUDAH KETINGGALAN JAMAN, kalau yang ini belajar tentang hati”

Wew, padahal jelas2 dibelakangnya dia posternya bilang “Distant healing, self healing, bla2”

Sayapun segera mengakhiri pembicaraan karena sepertinya orang ini tidak bisa diajak berkomunikasi dengan enak dan saya juga agak eneg liat kesombongan perkataannya.

Yang saya pertanyakan, bukankah orang yang belajar hati itu termasuk belajar untuk mawas diri dari segala keangkuhan dan kesombongan untuk menjadi lebih bijaksana?

Saya jadi teringat pakde saya… yang sudah belajar reiki lebih dari 20 tahun..yang katanya sudah ketinggalan jaman..hahaha

Mungkin habis gini saya usulkan sama Mr. Joger saja agar dibuat kaos dengan tulisan “Belajar Hati Jika Tidak Hati-Hati Bisa Jadi Tinggi Hati” hahaha

Written by Dimas Pribadi

November 24, 2010 at 7:50 am

Posted in Personal Post

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. “Belajar Hati Jika Tidak Hati-Hati Bisa Jadi Tinggi Hati”
    kalimat ini sangat mengena untuk menyindir seseorang yg tinggi hati… hehehe🙂

    CROCS Murah

    April 18, 2011 at 4:15 pm

  2. nice post. bagus buat introspeksi diri.

    ardhean

    August 18, 2012 at 3:05 pm


Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: