DimasPribadi.com

sharing and selling is fun

Archive for March 2008

Siapa Bilang Narsis Itu Salah?

with 9 comments

“Ihh Narsis banget sii kamu!!”

“Dasar Narsis!!”

Kedengarannya sangat familiar kan?

Atau jangan2 anda pernah diejek seperti itu?

Kalo IYA?

ANDA BERUNTUNG!!

Tunggu sebentar….

Pasti di kepala anda sudah bergejolak dan bertanya-tanya

BERUNTUNG APANYA?

Iya…BERUNTUNG

Mau tau alasannya?

Saya selalu KAGUM kepada orang yang dikatai NARSIS oleh teman2 saya

Di mata saya, mereka adalah orang yang bernilai tinggi…

Mereka MENCINTAI diri mereka….

Mereka NYAMAN dengan diri mereka sendiri

Mereka CONFIDENCE …..

Mereka TIDAK PEDULI dan TIDAK BUTUH dengan LABEL yang diberikan lingkungan mereka

Pasti sampai sini lidah anda sudah tidak sabar untuk mengatakan…

Over Confidence Kaleee!!!

Oke..oke…saya paham

Sekarang bayangkan kondisi di bawah ini

…………………………………………………………………………………………..

Saat ini, anda adalah seorang mahasiswa..

Tidak terlalu cerdas alias papan bawah…

Nilai D dan E sudah menjadi langganan..

Wajah anda biasa saja, bahkan cenderung jelek..

Badan anda kurus, kering, pendek pula…

Anda berasal dari kalangan ekonomi bawah…

Atau bahkan mungkin..

ANDA SEORANG PENYANDANG CACAT !!

………. (saya tidak tega untuk melanjutkan lebih jauh lagi)

(Tambahkan sendiri kondisi2 paling buruk yang anda bisa bayangkan)

Oke…CUKUP!!!

Apabila kondisi anda sekarang seperti yang saya sebutkan diatas…

Apa yang anda lakukan?

Merasa TIDAK ADA HARAPAN?

Mengharapkan BELAS KASIHAN orang lain?

Atau bahkan ingin BUNUH DIRI?

Atau anda memutuskan untuk BANGKIT??

*Ini space untuk berpikir*

Jika anda memilih pilihan terakhir, saya beritahu caranya

JIKA WAJAH ANDA JELEK, BERPIKIRLAH ANDA SUDAH GANTENG/CANTIK

JIKA ANDA SEDIH, BERPIKIRLAH ANDA BAHAGIA

JIKA ANDA MISKIN, BERPIKIRLAH ANDA KAYA

KATAKAN YA LEBIH SERING DARIPADA TIDAK

Bingung??

Oke, itu wajar saja…..sayapun saat ini sedang berlatih

Saat ini cukup anda telan saja lebih dulu, berpikir terlalu banyak tidak akan membantu saat ini

Pernah dengar istilah “FAKE IT TILL YOU MAKE IT

Istilah yang sangat DAHSYAT….

Artinya kira2 seperti ini….

Sah2 saja untuk MEMPERCAYAI apa saja SEOLAH anda sudah mendapatkannya….

Hingga anda BENAR2 MENDAPATKANNYA

Ini adalah KERANGKA BERPIKIR YANG POWERFUL

Sekarang begini

Jika anda seorang penyandang cacat

Anda memilih mindset yang mana?

“SAYA BUTA”

“KARENA BUTA SAYA TERGANTUNG KEPADA ORANG LAIN”

“SAYA TIDAK MUNGKIN DAPAT MELAKUKAN SEPERTI ORANG NORMAL”

Atau

“SAYA TIDAK CACAT”

“SAYA BISA MELAKUKAN SEMUANYA SECARA MANDIRI”

“SAYA DAPAT MELAKUKAN APAPUN, KARENA SAYA NORMAL”

Kalau anda pikir saya terlalu mengada-ada….

Tanyakan saja kepada Erik Weihenmayer

Saya jamin mulut anda akan TERNGANGA tidak percaya

Saat ini kita semua sering sekali mendapat LABEL dari lingkungan

Dari kecil mungkin anda sudah diCAP …PENAKUT…BODOH… dll

Berulang-ulang……………

Sampai akhirnya anda mempercayainya dan hal itu menjadi kenyataan

Lalu apa hubungannya dengan NARSIS?

NARSIS adalah cara yang paling efektif melawan hal itu

Dengan NARSIS….anda meLABEL diri anda sendiri dengan label yang POSITIF

Ada yang berkata pada saya….”Saya takut diCAP sombong, ujub, dll”

Lagi-lagi CAP…..Lagi-lagi LABEL

Jika anda masih tergantung pada hal itu

Maka anda akan melewatkan jutaan kesempatan yang dapat membuat hidup anda lebih bahagia

Silahkan kalau anda memilih untuk TIDAK BERKEMBANG demi LABEL2 negatif dari orang2 yang belum tentu peduli dengan masa depan anda

Atau anda bisa memulai MINDSET POSITIF

Untuk menyukai diri anda sendiri

Untuk menghargai diri anda sendiri

Untuk memulai kehidupan yang menarik dengan jutaan kesempatan yang tengah menunggu anda

Written by Dimas Pribadi

March 13, 2008 at 12:19 pm

Posted in Self Development

Menyampaikan Perasaan Lewat Romantic Communication

with 18 comments

Dari judulnya aja udah heboh banget khan?….

Pertama-tama saya sengaja nulis ini karena berawal dari hobiku belakangan ini yaitu seputar : Self Improvement ,Communication, Psychology (bosen ngoding)

Saya akhir2 ini tergila-gila dengan berbagai artikel dengan topik2 diatas.

Seperti kecanduan…

Saya mengenal istilah “Romantic Communication” (RC) dari Bapak Edi Setiawan, salah seorang trainer berpengalaman yang sudah memberi pelatihan ke perusahaan-perusahaan besar nasional, seperti Telkomsel, dll.

RC kebetulan adalah sebuah produk berbentuk seminar dari lembaga training milik Bapak Edi tersebut

dan saya tidak mengikutinya…

Gambaran kasar yang pertama saya tangkap dari obrolan dengan beliau, RC adalah cara berkomunikasi untuk mendekatkan kita dengan target. Karena itu seminar ini dikhususkan untuk jomblowan dan jomblowati yang ingin segera mendapatkan pasangan, atau lebih dekat dengan target.

RC (lagi2 kata sang trainer) merupakan bentuk komunikasi tertinggi….yaitu komunikasi antar jiwa

Maksutnya antar jiwa?

Maksutnya adalah ketika 2 orang tersebut saling mengetahui sama persis apa yang masing2 rasakan. Emosi mereka bertautan satu sama lain.

Bila anda g ngerti? Itu wajar……sayapun baru menyadari artinya pada hari saya menulis artikel ini

Dan saat ini di kepala saya masih terkagum-kagum

Karena saya baru saja merasakan efeknya…

IT WAS AMAZING!

Saya benar-benar sangat terkejut….

Saat itu perasaan kami benar2 seperti ….

SANGAT MENYATU…SANGAT INTIM

Padahal saya hanya berbicara dengan seorang kenalan yang tidak pernah bertemu

Bicara lewat Yahoo Messenger pula!

Anda tau apa yang kami bicarakan saat itu?

We were talking about FEELING

With full of EMOTION

ya…EMOTION

Saya baru menyadari bahwa saya terlalu banyak memakai LOGIKA ketika berbicara dengan seorang teman…..PRIA atau WANITA

SAYA SECARA TIDAK LANGSUNG MENYAMAKAN WANITA DENGAN PRIA

Saat itu saya mencoba untuk berbicara memakai EMOSI (perasaan) kepada teman saya

Saya menceritakan sebuah cerita (dari buku) , mengaitkan cerita tersebut dengan hidup saya, dan menumpahkan apa yang saya rasakan melalui tulisan2 kepada teman saya.

Dan BOOM!!

Our hearts suddenly connected…

Tiba-tiba obrolan garing itu berubah menjadi SANGAT INTIM.

Tiba-tiba kami merasa sangat dekat

Merasa mengenal satu sama lain selama bertahun-tahun

Padahal hanya teman Friendster yang ngobrol-pun jarang. Itupun hanya sekedar basa-basi seperti tanya kabar, lagi ngapain, dll.

It’ s so DAMN AMAZING

Saat itu saya sadar….

Apa ini yang disebut RC oleh sang trainer tadi?

Jujur saja saya benar2 sinis saat mengetahui hal ini dari sang trainer.

karena saya memang orang yang tidak gampang percaya, namun suka mencoba hal baru

Oke…rahasianya adalah….

STORYTELLING + EMOTION

Storytelling adalah cara kita bercerita …

Emotion adalah apa yang kita bayangkan di kepala kita….

“Anak itu menangis”

“Anak itu merasa hatinya seperti ditusuk-tusuk…. dia merasa susah bernafas hingga air matanya mengalir perlahan membasahi pipi”

See the different?

Mirip bahasa dalam novel khan?

Itulah kenapa banyak wanita yang suka membaca novel

Karena novel benar2 menggambarkan secara detil….perasaan toko2 didalamnya
Bayangkan jika anda STORYTELLING, kemudian menambahkan EMOSI anda seolah-olah anda mengalaminya sendiri….

Audiens anda akan tersedot ke dalam dunia yang anda ceritakan….bahkan seolah-olah ikut mengalaminya sendiri

Apalagi jika audiensnya seorang wanita dimana katanya emosi lebih memegang kendali

It’s like…..KLIK and dua hati saling memahami!

Mungkin itulah yang disebut “Romantic Communication” yang baru saja saya alami lewat chatting 😀

Written by Dimas Pribadi

March 10, 2008 at 4:11 pm

Posted in Personal Post