DimasPribadi.com

sharing and selling is fun

Archive for June 2008

Mengapa Network Marketing(MLM) Dijauhi Masyarakat – Bagian 1

with 21 comments


(image taken from: http://www.amdsb.ca)

MLM atau Multi Level Marketing adalah salah satu bentuk sistem pemasaran modern yang mempunyai kekuatan LUAR BIASA.

Ya…LUAR BIASA!

Anda pasti sering mendengar kalimat LUAR BIASA jika anda pernah menghadiri presentasi atau seminar salah satu perusahaan MLM.

Biasanya kalimat lain yang sering menjadi langganan adalah …SUKSES, SAYA BISA, dan variasi-variasi kalimat motivasi lainnya.

Di Indonesia, MLM sudah sangat dikenal berbagai lapisan masyarakat dan menjadi kontroversi karena di tengah kemelaratan bangsa kita, bisnis MLM menjanjikan setiap pelakunya kekayaan tiada batas.

Dari kalangan pegawai kantoran, guru, dokter, mahasiswa, bahkan tukang sayur keliling sudah mengenal atau bergabung dalam bisnis ini. Sudah banyak pula kita dengar success story mereka yang berpenghasilan hingga ratusan juta rupiah perbulan dari bisnis tersebut.

Saya akan mencoba membagikan hasil pengamatan saya tentang kesalahan fatal yang masih dilakukan para distributor atau agen bisnis network marketing dari segi cara mereka menjual pada costumer.

Suatu malam saya dan Bapak Edi Setiawan (trainer UnICoM) berdiskusi mengenai selling atau teknik menjual, bagaimana seharusnya cara menjual yang efektif, namun sesuai dengan kondisi sosial budaya yang ada di Indonesia.

Kebetulan saat itu kami membahas berbagai jenis cara penjualan yang sudah ada berikut contoh kasusnya. Salah satunya yang kami anggap paling menarik adalah network marketing atau MLM, yang akhir-akhir ini gaungnya sudah jarang terdengar.

Saya dan Pak Edi menceritakan pengalaman dan opini masing-masing tentang MLM, bagaimana ketika pertama berkenalan, mengupas business rulenya, kelebihan dan kekurangan sistemnya, hingga ke person-person yang kami ketahui menjalankan bisnis tersebut.

Anda mungkin pernah mengalami kejadian seperti saya dibawah ini…

Salah seorang teman atau kolega saya ngotot tiba-tiba mengajak saya ke sebuah seminar, dan ketika saya tahu acara tersebut diadakan sebuah perusahaan MLM, saya (dengan sengaja) berusaha menghindar dari acara tersebut.

Saya merasa DIJEBAK

Saya bisa merasakan seseorang berusaha memprospek saya jika dalam setiap obrolan, dia pasti menghubungkan apapun topik obrolan… dengan MLMnya, dan dengan intens membuat saya tertarik untuk bergabung dalam bisnisnya.

Namun yang paling tidak saya sukai adalah…DIA MENCERAMAHI SAYA

Dia merasa bahwa bergabung dalam bisnisnya adalah SOLUSI UNIVERSAL untuk semua permasalahan saya.

Inilah contoh Solusi Universal yang saya maksud 😀

1. Saya tidak punya pacar ->solusinya gabung MLM untuk bertemu calon-calon pacar yang jika nanti jadian, akan kemana-mana berdua mencari prospek bersama

2. Saya sedang bermasalah dengan keluarga saya -> solusi gabung MLM untuk sukses, maka keluarga akan akur kembali karena saya sukses

3. dll yang sengaja dihubung2kan dimana solusi akhirnya adalah JOIN

Saya akhirnya mulai merasakan ada unsur PAKSAAN yang menyertai penawarannya…

Akibatnya saya mulai MALAS BERTEMU dengannya lagi karena saya merasa dia akan membuntuti saya seumur hidup agar membuat saya membayar sejumlah uang yang cukup lumayan untuk mendapat produk yang belum tentu saya butuhkan.

SAYA MERASA DIA MEMANFAATKAN PERTEMANAN KAMI DEMI KEUNTUNGAN PRIBADI!

Apakah anda mengalami apa yang saya alami?

Mirip? atau… persis?

Jika YA, ada beberapa hal yang mungkin anda perlu ketahui…

Jika anda menganggap teman anda menjebak anda…

HAL ITU SANGAT TIDAK BENAR!

Saya sempat berpikiran sempit terhadap sahabat saya sendiri ketika mengalami hal tersebut

Namun saya sadar, mereka TIDAK MUNGKIN berpikiran seperti itu

Mereka hanya MENJUAL DENGAN CARA YANG SALAH

Mereka mungkin terlalu antusias hingga terlalu banyak berkoar-koar tentang mimpi-mimpi

Mereka kemungkinan hanya tenggelam dalam pikiran mereka sendiri

Yang berakibat… anda berpikir mereka TERLIHAT lebih mengutamakan uang daripada hubungan pertemanan dengan anda…

Jika anda mau memikirkan sekali lagi, anda pasti mengerti maksud saya

Bagaimana mungkin harga persahabatan yang tidak ternilai dapat diganti oleh ‘secuil’ uang

KEHILANGAN TEMAN DEMI UANG?

Mungkin anda pernah mendengar dari para petinggi MLM bahwa bisnis tersebut adalah BISNIS MENOLONG ORANG…

Apakah mereka menjelaskan artinya MENOLONG?

Apakah anda merasa MEREKA BERNIAT MENOLONG ANDA?

Apakah mereka mau MENOLONG TANPA PAMRIH?

Kebanyakan para pemula bisnis ini akan menggembar-gemborkan bahwa mereka akan membantu mengatasi permasalahan si prospek, namun yang dimaksud para pemula tersebut adalah…

KALAU KAMU JOIN MAKA SAYA TOLONG KAMU UNTUK MENGHASILKAN UANG UNTUK SAYA

Disini satu lagi kesalahan fatal yaitu NIATAN YANG SALAH

………………………………………………………………………………….

Anda harus tahu RAHASIA TERBESAR dalam menjual yaitu :

ANDA MENJUAL KEPRIBADIAN ANDA, BUKAN BARANG ANDA

Barang hanya ALASAN LOGIS kenapa orang membeli dari anda

Orang lebih senang membeli dari seorang penjual yang BENAR-BENAR BERNIAT UNTUK MENOLONG mengatasi permasalahan mereka SEBAGAI SEORANG TEMAN

Bahkan untuk permasalahan yang tidak ada hubungannya dengan jualan sekalipun.

Saya ulangi keywordnya…MENOLONG, SEBAGAI SEORANG TEMAN

Betapapun sebuah produk tidak memiliki keunggulan dibanding produk lain, si penjual akan menjadi pilihan pertama jika pembeli merasakan suatu ikatan persaudaraan dan percaya bahwa penjual tersebut selalu berada di pihak mereka dan tidak mungkin mengambil untung dari ‘saudara’ sendiri

Pendapat saya ini ketika saya sampaikan, diamini 100% oleh Bapak Edi karena itu sudah lama menjadi salah satu dasar konsep UnICoM dalam hal communication for selling. Alangkah kagetnya saya ketika hal ini ternyata sudah lama ada, namun mengapa para networkers di luar sana belum banyak yang tahu dan masih saja menggunakan cara-cara yang saya bilang sebagai PREMANISME DALAM MENJUAL.

Mungkin pola pikir ini akan sedikit lebih lambat pada awalnya, namun efek pada jangka panjangnya, pembeli akan MERASA NYAMAN, membeli dan membeli lagi dari anda, kemudian  merekomendasikan ke semua orang dimana kekuatan rekomendasi dari mulut ke mulut sangat dahsyat.

Prinsip inilah yang sudah dilupakan oleh para penjual yang lebih mengutamakan meraih keuntungan dengan cepat, bahkan bersedia mengorbankan hubungan pertemanan hanya untuk uang yang tidak seberapa nilainya.

Dan karena pemahaman yang keliru pada ungkapan BISNIS MENOLONG ORANG inilah yang membuat masyarakat begitu anti terhadap MLM.

Anti terhadap penjualnya berakibat anti terhadap produknya.

Coba bayangkan! Apa anda mau membeli barang yang ditawarkan oleh seorang preman dengan gerak-gerik mencurigakan? Sedangkan si preman sebenarnya menjual barang yang bagus dengan harga murah (dan bukan barang curian).

Ada faktor lain yang juga sangat penting yang akan saya coba share pada artikel selanjutnya, yaitu faktor KEPERCAYAAN yang saya yakini juga sudah dilupakan banyak penjual sekarang ini, tidak hanya distributor direct selling saja namun juga sales-sales yang lain.

Saya juga akan menyertakan hasil diskusi saya dengan Bapak Edi Setiawan tentang bagaimana konsep UnICom dapat memberi solusi untuk permasalahan PREMANISME ini.

Nantikan artikel selanjutnya, semoga bermanfaat bagi anda 🙂

Dimas Rochmad

Written by Dimas Pribadi

June 12, 2008 at 2:14 pm

Posted in Online Bussines

Mengenali 5 Tanda Kurang Percaya Diri

with 21 comments


(image taken from: http://library.thinkquest.org)

Suatu hari saya sedang makan siang bersama klien saya di sebuah restoran. Sebut saja namanya BUDI. Seorang yang cukup sukses untuk ukuran orang seusianya. Ditengah pembicaraan, ketika bercerita tentang kondisi perusahaannya, entah karena terlalu semangatnya, Budi secara tidak sengaja menyenggol gelas yang ada disampingnya dan tumpahlah es teh yang masih banyak tersebut ke meja kami.

Saya hanya tersenyum sambil membantu membersihkan meja dengan tisu, sementara Budi dengan paniknya membersihkan meja sambil berkata “Aduh, mejanya sih kecil banget!”.

Mendengar ucapan Budi, saya hanya bisa tambah tersenyum.

Bukan saya berniat untuk mengolok atau apapun, namun karena profesi saya sebagai trainer UnICoM  membuat saya menyadari ada ‘sesuatu’ dibalik kalimat yang diucapkan Budi.

Setiap hari saya selalu berlatih untuk mengenali kepribadian dan pola interaksi orang yang saya temui selama ini dari bagaimana CARA BERBICARA, BAHASA TUBUH mereka, atau bahkan melalui STRUKTUR WAJAH mereka.

Saat saya mendengar kalimat Budi, saya langsung menangkap salah satu SINYAL YANG SANGAT JELAS dari Budi yang berkata bahwa dia KURANG PERCAYA DIRI.

Anda pasti heran mengapa saya bisa menyimpulkan demikian…

Tidak apa-apa… lanjutkan dulu dan anda pasti akan memahami maksud saya.

Anda pernah mendengar kalimat “NOBODY PERFECT” ?

Saya yakin semua orang pasti pernah, namun tidak semua memahami dengan tepat apa manfaat dibalik kalimat ini. Semua orang tahu bahwa melakukan kesalahan adalah hal yang sangat wajar. Lalu jika kita menyadari hal ini, mengapa kita masih BERALASAN bahwa kita TIDAK PERNAH MELAKUKAN KESALAHAN?
Atau dalam kasus Budi yang meng’KAMBING HITAMKAN’ meja karena ukurannya yang sempit.

BERALASAN, MENYALAHKAN ORANG LAIN, dsb

Sebuah mekanisme pembelaan yang digunakan seseorang yang KURANG PERCAYA DIRI

Dalam UnICoM CONCEPT, secara jasmani atau fisik, ada beberapa tanda yang dapat anda gunakan untuk menganalisa apakah anda sedang kurang percaya diri.

Tanda-tanda ini sangat berguna untuk melakukan kontrol agar kondisi emosi anda tidak mudah terbaca oleh orang yang tidak anda inginkan.

Anda tidak ingin terlihat kurang Pede didepan bos atau klien anda bukan?

  1. MENCARI ALASAN ATAS TINDAKAN ANDA Contoh pertama sudah saya ceritakan lewat pengalaman saya dengan Budi. Orang yang percaya diri tidak butuh alasan atas setiap tindakan mereka, mereka hanya memberikan penjelasan secukupnya dan tidak mempermasalahkan anda percaya atau tidak pada penjelasannya. Jika Anda membuat sebuah kesalahan, hal itu tidak akan mengubah siapa anda. Adalah hak setiap manusia untuk membuat kesalahan dan anda tidak butuh sebuah alasan untuk menghindari hal itu.
  2. MERESPON KRITIK DENGAN CEPAT Saya yakin anda pasti pernah mengomentari performa teman anda dan mereka dengan cepat membalas komentar anda dengan berbagai alasan untuk meyakinkan anda bahwa hal itu perlu dimaklumi. Contohnya, jika anda mengatakan “Tumben kamu tidak dapat nilai bagus seperti biasanya?” dan teman anda langsung menjawab dengan cepat “Soalnya aku lagi capek, dan bla..bla.. “. jawaban seperti ini menunjukkan jika teman anda kurang percaya diri. Orang yang percaya diri akan mendengarkan lebih dulu sebuah kritik dan memilahnya apakah termasuk kritik yang membangun atau tidak.Bayangkan jika anda bertemu seorang binaragawan dan mengatakan “Kamu sepertinya lemah”

    Menurut anda apa responnya?

    Saya yakin dia hanya tersenyum (mungkin bahkan tertawa) dan pergi dengan pikiran SAYA-TIDAK-PERLU-MENANGGAPI-ORANG-INI-KARENA SAYA-TAHU-SAYA-KUAT.

  3. MENUTUPI KEKURANGAN Adalah normal kita tidak ingin diejek karena kekurangan kita. Misalnya jika anda takut terhadap makhluk halus, binatang tertentu, atau ketinggian. Hal tersebut adalah NORMAL dan banyak orang mempunyai kekurangan yang sama. Saya pernah menonton film horor bersama teman-teman saya dan diantara teman saya, dan salah satu diantara mereka sering menutup mata selama bioskop diputar. Saat saya meledeknya dengan berkata “Kenapa? Takut?” Dia menjawab “Ah, mana mungkin saya takut dengan yang beginian!”.Padahal saya cukup sering melihatnya menutup mata dengan tangannya 😀

    Cukup banyak orang memakai kalimat-kalimat seperti “Saya tidak pernah”, “Saya selalu” sebagai kompensasi untuk menutupi kekurangannya dihadapan orang lain.

  4. MENJADI PERFEKSIONIS Apakah itu perfeksionis? Cara gampang mengenalinya adalah jika anda menemui kalimat seperti “Aku harus dapat nilai sempurna” atau “Saya tidak boleh membuat kesalahan”. Seorang perfeksionis selalu menganggap dirinya gagal jika tidak mendapat dapat memenuhi targetnya dan hal ini membuat semakin berkurangnya rasa percaya diri. Seseorang yang percaya diri lebih memilih meraih keberhasilan daripada kesempurnaan. Jika dia sudah menganggap dirinya berhasil, maka dia tidak akan menghabiskan tenaga untuk membuat segalanya menjadi sempurna.
  5. BODY LANGUAGE Salah satu tanda yang paling kasar adalah bahasa tubuh. Seseorang yang kurang percaya diri selalu mengambil ‘POSISI BERTAHAN’.Seperti melipat tangan diikuti dengan menyilangkan kaki. Bahasa tubuh adalah cermin dari perasaan yang sesungguhnya dari seseorang. Jika anda melihat seseorang melipat tangannya dan menyilangkan kakinya saat bersama anda, maka orang tersebut sedang berada dalam kondisi tidak nyaman berada dengan anda. Pikiran bawah sadarnya mengatakan bahwa melipat tangan atau menyilangkan kaki akan melindungi dirinya dari gangguan luar.

Mungkin saat ini anda sedang mengatakan “Oh tidak, berarti selama ini saya kurang percaya diri?”

Saya tidak tahu pasti, namun saya sarankan agar LEBIH MENGENALI DIRI ANDA dengan mulai MENGANALISA DIRI SENDIRI, mulai dari pikiran anda, ucapan anda saat berbicara, dan bahasa tubuh anda.

Saya sendiri selalu berlatih untuk MELAWAN ILUSI yang ada di kepala saya yang mengurangi rasa percaya diri saya. Saya selalu termotivasi untuk membuktikan bahwa semua pikiran-pikiran negatif itu salah dan di akhir pembuktian saya, saya selalu puas karena MEMENANGKAN PERTARUNGAN dan mempunyai KONTROL 100% atas tubuh dan pikiran saya.

Mari belajar mengenal diri kita mulai dari sekarang! 🙂

Written by Dimas Pribadi

June 3, 2008 at 1:53 pm

Posted in Self Development