DimasPribadi.com

sharing and selling is fun

Archive for the ‘Self Development’ Category

10 Tips Cepat Mengurangi Stres

leave a comment »


Jika anda memiliki segudang kegiatan penuh dengan tekanan dan tuntutan yang tinggi, 10 tips cepat mengurangi stres berikut ini mungkin akan berguna bagi anda.

  1. Berjalan
    Jika Anda mengendarai mobil ke kantor, parkirlah di ujung yang agak jauh. Jika Anda naik transportasi umum, turunlah di sedikit lebih awal dari halte biasa anda turun. Jeda waktu tersebut akan memberi Anda waktu untuk transisi dari kehidupan rumah ke aktifitas kantor yang padat, selain Anda juga sambil berolahraga.
  2. Tarik Napas
    Beri diri Anda setidaknya satu dua menit untuk melakukan tarik nafas istirahat setiap hari. Latihan bernapas dalam-dalam dan perlahan-lahan. Cari tempat yang kosong dan jangan bawa handphone Anda.
  3. Peregangan Otot
    Ditengah menyelesaikan sebuah tugas, berdiri dan lakukan peregangan! Angkat kedua. Tekuk kepala dari sisi ke sisi.
  4. Mencatat
    Anda telah diberi tugas lagi padahal anda masih mengerjakan 3 tugas berikutnya dari atasan dan Anda merasa seperti ingin meledak. Hitung 1 sampai 10, ingat daftar yang harus dikerjakan duluan. Catat langsung apa-apa yang harus dikerjakan dan segera eksekusi daftar kerja anda.
  5. Curhat
    Merasa jengkel, marah, stres? Cari teman atau sahabatmu untuk curhat. Silakan, menangis, mengeluh, mengerang, mengerang, apa pun, dan kemudian ingat untuk tarik napas dalam-dalam setelah itu. Anda akan lega dan siap menghadapi lagi masalah Anda.
  6. Tertawa
    Cari film komedi, cari klip-klip lucu untuk anda simpan di harddisk anda dan lihat waktu anda stres. Hal ini akan memacu endorfin tubuh Anda tanpa menjalankan sebuah maraton. Biarkan tertawa menggetarkan seluruh tubuh Anda.
  7. Istirahat Siang & Coklat
    Tinggalkan meja anda jika memang waktunya istirahat. Pekerjaan anda tidak akan pernah ada habisnya segiat apapun anda bekerja, namun badan anda adalah modal utama anda. Kosongkan pikiran Anda saat istirahat. Jika memungkinkan cari susu coklat, permen coklat, apapun yang mengandung coklat untuk membantu membuat anda rileks.
  8. Prioritaskan Tugas Anda
    Terlalu banyak bos, terlalu banyak tugas, semua minta cepat? Cari bantuan jika Anda kewalahan! Katakan pada supervisor anda tidak mungkin menyelesaikan semuanya sendirian dan tanyakan mana yang menyusun prioritas tugas yang diberikan pada anda. Tidak perlu gengsi untuk dikatakan tidak mampu mengerjakan semua tugas tersebut.
  9. Jadwalkan Liburan
    Jadwalkan waktu untuk berlibur, santai, dan mengerjakan hobi anda. Ini penting untuk membersihkan pikiran anda yang seperti benang kusut setelah capek bekerja di kantor. Besoknya pikiran anda akan lebih segar dan siap menghadapi semua tugas dan masalah anda.
  10. Latihan Senyum
    Latihan senyum akan mengubah mood anda menjadi lebih positif. Sungguh! Mungkin Anda akan tetap menjadi tua dan berkeriput. Tapi jauh lebih baik berasal dari kebiasaan senyum daripada keriput marah-marah. Senyum bisa membuat pikiran Anda ke dalam kebiasaan positif dan menarik hal-hal positif juga dalam kehidupan .

Pastikan Anda melakukannya dengan konsisten sehingga menjadi kebiasaan buat anda.

Semoga Bermanfaat 🙂

Written by Dimas Pribadi

February 21, 2010 at 4:54 am

Posted in Self Development

Penyebab Kita Menyalahkan Orang Lain

with 5 comments

Penyebab Kita Menyalahkan Orang Lain

[image taken from http://www.poppendieck.com%5D

Kita semua berurusan dengan orang-orang yang menyalahkan orang lain sepanjang waktu dan berusaha kelihatan benar dengan membuat orang lain tampak salah.

Orang-orang seperti ini biasanya takut untuk mengakui bahwa mereka berbagi tanggung jawab dan merasa nyaman ketika orang lain yang menanggung kesalahan atas hal buruk yang terjadi.

Kadang-kadang tindakan menyalahkan orang lain artinya adalah sebuah permintaan dukungan, ketika seseorang menginginkan kita untuk memperbaiki keadaan untuknya (mungkin atas kesalahan yang dilakukannya), dia mungkin akan menyalahkan kita dalam rangka untuk memotivasi kita untuk mengambil tindakan supaya dia selamat.

Tindakan menyalahkan jenis ini sangat jelas terlihat dan dapat diketahui oleh setiap orang dengan mudah. Namun ada lagi yang lebih berbahaya, halus, tidak terlihat dan dalam waktu bersamaan begitu dahsyat sehingga menyebabkan orang yang mendapat kesalahan merasa bahwa dia salah sekalipun dia benar.

MENYALAHKAN DENGAN CARA YANG HALUS

“Kamu Egois dan hanya berpikir tentang diri sendiri”

Walaupun pernyataan ini ditujukan pada orang yang egois, kata-kata ini juga dapat diucapkan oleh seseorang yang TAKUT dan yang tidak menemukan cara lain UNTUK MERASA LEBIH BAIK selain menyalahkan orang lain atas rasa sakit yang ia rasakan.

Hal yang sama berlaku untuk  memberitahu seseorang bahwa dia sombong, bukannya mengakui bahwa Anda takut bahwa dia tidak menyukai Anda. Kadang-kadang kita memberi LABEL kepada orang lain seperti egois, sombong atau keras kepala untuk menyingkirkan tanggung jawab dan melarikan diri dari pemecahan masalah bersama.

Jauh lebih sulit untuk mengambil tindakan, untuk mencari penyebab dan solusi dari masalah utama dan untuk menyingkirkan luka-luka emosional kita daripada menyalahkan orang lain atas penderitaan yang kita rasakan.

Bagaimana Cara Berhenti Menyalahkan Orang lain?

  • Jika Anda menyalahkan orang lain atas masalah anda maka sangat mungkin Anda masih melekat pada cara anak kecil. Anak-anak selalu menyalahkan orang lain karena mereka belum belajar bagaimana untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka.
  • Menyalahkan orang lain adalah biasanya merupakan indikasi kurangnya kemampuan untuk menerima dan menghadapi situasi yang berbeda. Belajar bagaimana menerima situasi secara benar pasti akan membantu Anda berhenti menyalahkan orang lain.
  • Orang yang menyalahkan orang lain biasanya dalam posisi lemah dan ia mencoba untuk mendapatkan power atas situasi yang tidak enak dengan menyalahkan orang lain. Jika Anda ingin berhenti menyalahkan orang lain maka Anda harus belajar bagaimana cara untuk  membuat hidup Anda “in control”, lebih tegar dan tenang dalam menghadapi masalah hidup yang bervariasi.

Semoga bermanfaat 🙂

Written by Dimas Pribadi

February 12, 2010 at 5:52 pm

Posted in Self Development

Mengatasi Perang Batin Untuk Menghilangkan Kebiasaan Buruk

with 60 comments

 

Manusia tidak ada yang sempurna, begitu pula saya dan anda. Kita semua punya sebuah kebiasaan yang seringkali bertentangan dengan keinginan kita. Banyak jenis kebiasaan-kebiasaan buruk mulai dari kesehatan  hingga masalah psikologis. Saya ingat pada suatu saat saya dihadapkan pada sebuah keputusan ketika saya akan mengulangi lagi kebiasaan buruk saya. Diri saya seakan terbelah menjadi 2 dengan satu pihak menginginkan saya melakukannya sementara diri saya yang lain berteriak supaya jangan melakukannya. Jika dianalogikan, hal ini seperti pertarungan antara ‘setan’ vs ‘malaikat’, yang kebanyakan dimenangkan oleh kubu ‘setan’.

Pertarungan ini sungguh menyiksa dan terjadi setiap kali saya dihadapkan pada keputusan mengulangi kebiasaan buruk atau tidak. Parahnya pertarungan ini bisa berlangsung selama bertahun-tahun seperti pengakuan para perokok yang telat insyaf atau pecandu narkoba yang terlanjur ketagihan.

Dalam ilmu Neuro Linguistic Programming (NLP), hal ini disebut inner self conflict. Ada sebuah teknik NLP yang dapat digunakan untuk mendamaikan sisi ‘setan’ dan ‘malaikat’ ini dan menghasilkan sebuah aksi yang positif. Teknik ini disebut Part Integration Technique. Yaitu teknik untuk mengurangi kerusakan atau tekanan mental akibat tidak terpenuhinya salah satu keinginan dari 2 keinginan yang saling bertentangan.

Langsung saja saya berikan contoh kasusnya:

Rokok vs Tidak Merokok

Perang batin dalam diri anda akan terjadi seperti ini:
Sisi Malaikat : “Jangan merokok!! Lihat sudah berapa banyak orang meninggal akibat rokok!”
Sisi Setan : “Kalo tidak ada rokok mana enak, mulut rasanya pahit, masalah mati itu kan ditangan Tuhan”
Jika situasi diatas terjadi, cobalah teknik Part Integration Technique seperti dibawah ini

Langkah Pertama

Taruh kedua tangan di depan anda dengan telapak tangan terbuka menghadap keatas. Lihat telapak tangan pertama. Bayangkan sebuah benda yang berkaitan dengan kebiasaan anda sedetail mungkin, mempunyai berat serta bisa berbicara. Benda itu adalah diri anda yang mewakili kebiasaan buruk anda. Lakukan hal yang sama dengan telapak tangan kedua yang mewakili keinginan untuk berhenti dari kebiasaan buruk anda.

Langkah Kedua

Lihat ke telapak tangan pertama dan tanyakan “Kenapa kamu ingin aku merokok?”. Jawabannya kemungkinan akan berupa “Karena tanpa rokok segalanya kurang lengkap, sensasi menghirup rokok membuat kamu senang kan?”. Kemudian tanyakan lagi pertanyaan “Kenapa kamu ingin aku senang?”. Maka jawaban yang mungkin adalah “Karena aku adalah bagian dari kamu, jika kamu senang maka saya juga senang”. Anda bisa terus mengajukan pertanyaan yang anda akan sadari bahwa benda tersebut sebenarnya berniat baik dan hanya ingin anda bahagia.

Langkah Ketiga

Lakukan persis seperti pada langkah kedua untuk keinginan anda untuk berhenti. Tujuan utamanya adalah membuat kedua diri anda untuk sepakat bahwa tujuan mereka sebenarnya sama-sama membuat anda bahagia. Ajukan pertanyaan ke kedua benda tersebut apakah niat mereka yang sebenarnya dan kompromikan cara apa yang secara logika paling baik buat anda. Tanyakan alasan dibalik setiap jawaban mereka.

Langkah Keempat

Beritahu mereka bahwa mereka berdua mempunyai tujuan yang sama dan dengan alasan tersebut tidak perlu ada perang diantara mereka. Jika anda melakukan dengan benar dari langkah pertama, maka anda akan menyadari bahwa kedua tangan anda akan mendekat dan mungkin sampai bersentuhan. Jika sampai bersentuhan, maka satukan kedua telapak tangan anda dengan erat. Hal ini akan menyampaikan pada alam bawah sadar anda bahwa perang batin telah usai dan anda tidak akan menemui kesulitan besar ketika anda dihadapkan situasi yang sama.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat!

Dimas Rochmad

Written by Dimas Pribadi

February 1, 2009 at 11:28 am

Posted in Self Development

6 Kesalahan Besar Dalam Berkomunikasi

with 21 comments

[image taken from http://www.aidsaction.info%5D

Pernahkah anda menganalisa setiap percakapan anda sehari-hari?

Dari sekedar obrolan ringan dengan teman, percakapan dengan tetangga, curhat session dengan sahabat?

Mungkin selama ini anda beranggapan bahwa kehidupan sosial anda baik-baik saja bila anda PINTAR BERBICARA, yang kemudian diartikan anda akan sanggup menghadapi siapapun dan pandai bernegoisasi.

PINTAR BICARA vs PINTAR BERKOMUNIKASI ?

Pintar berbicara adalah salah satu keahlian yang patut dibanggakan, namun hal ini dapat menjadi candu bagi kebanyakan orang untuk terus bicara, bicara, dan bicara demi mendapat pengakuan/validasi sebagai seorang pembicara yang handal.

Validasi bagaikan sebuah madu manis yang memabukkan sehingga dalam sebuah kesempatan apapun, seseorang yang merasa pintar bicara akan terus mencoba menunjukkan keahliannya dalam berbagai kesempatan tanpa peduli apakah pendapat atau nasehatnya memberikan solusi atau manfaat bagi lawan bicaranya.

Ia hanya ingin menunjukkan superioritas, bukan berniat untuk berkomunikasi.

Seseorang yang pandai berkomunikasi akan menyampaikan sebuah pesan dengan tepat dengan cara yang tepat (sesuai dengan misi awal) pula sehingga orang tersebut menjadi semakin disukai oleh lawan bicara.

Berikut ini adalah 6 hal yang wajib dihindari dalam sebuah pembicaraan jika anda ingin menjadi seorang komunikator handal.

  1. Berusaha memenangkan percakapan
    Percakapan bukanlah pertandingan(kecuali debat), jadi tidak perlu adanya menang-kalah. Seorang pembicara akan merasa puas jika argumentasinya menang, namun seorang komunikator akan merasa puas jika lawan bicaranya menangkap dengan jelas maksudnya (atau bahkan terpengaruh) walaupun dirinya kalah dalam adu argumentasi.
  2. Membandingkan ceritanya dengan cerita kita

    Jika suatu saat ada teman yang menceritakan kejadian buruk dan anda kemudian berkata “Ah saya ingat sekali pernah mengalami yang demikian dan bahkan lebih buruk dan bla…bla..bla” . Hey, teman anda disini hanya membutuhkan simpati anda, bukan seorang rival dalam perlombaan nasib buruk. Jadilah seorang teman yang suportif dengan mendengarkannya lebih baik dan memberikan saran terbaik anda (bila diminta) tanpa berniat MENGGURUI.

  3. Terlalu sering curhat

    Ada kalanya ketika anda membagi duka, teman-teman anda akan ada disana untuk membantu anda. Mereka merasakan kesedihan yang sama seperti anda, bahkan mungkin lebih karena ada kalanya mereka ingin membantu namun terbatas dengan kemampuan mereka. Semakin sering anda curhat, maka semakin sering mereka mengalami perasaan-perasaan negatif tersebut dan membuat mereka tidak nyaman lagi berada di dekat anda. Sebaliknya jika anda ingin membuat mereka nyaman, maka simpanlah curhatan anda untuk orang yang anda percaya paling kompeten memberikan solusi bagi anda (terapis, konsultan, psikiater, dll)

  4. Hindari Gosip

    Mungkin anda pernah diajak bergosip tentang keburukan seseorang. Tapi apa yang anda dapatkan dari kegiatan tersebut? Anda mau diajak bergosip karena anda INGIN DINILAI LEBIH BAIK dari yang orang anda gosipkan?  Saya beritahu anda sebuah RAHASIA BESAR.

    MENJELEKKAN ORANG LAIN = MERENDAHKAN DIRI SENDIRI (tanpa sadar)

    Rumus diatas berlaku sebaliknya, jika anda selalu berpositive thinking terhadap orang lain, maka hal itu akan menaikkan respek orang lain terhadap anda karena anda adalah seseorang yang positif setiap saat dan membuat orang didekat anda menjadi positif juga.

  5. Sering Menginterupsi

    Ketika anda tengah berbicara dan diinterupsi oleh lawan bicara , maka seketika anda tahu bahwa :

    • Mereka tidak tertarik dengan ucapan anda
    • Mereka merasa pendapat mereka lebih penting dari pendapat anda
    • Mereka merasa lebih baik dari anda
    • Mereka tidak menghargai anda!

    Sekarang anda tahu jika anda melakukan hal itu kepada orang lain. Bayangkan perasaan mereka jika dalam sebuah forum, anda tidak berniat untuk menguntungkan kedua belah pihak melainkan cuma ingin membuktikan bahwa anda lebih baik dari semua orang disana, maka pembicaraan tersebut adalah sia-sia.

  6. Argumentatif/Tukang Debat

    Suatu saat mungkin anda menemui seseorang yang terus-menerus menyampaikan opini yang berlawanan dengan anda tanpa peduli dengan tujuan awal pembicaraan. Jika anda menemui orang yang suka mengucapkan kata “tetapi”, maka kemungkinan ia termasuk kategori ini. Orang dengan kebiasaan semacam itu kemungkinan ingin membuktikan intelektualitas mereka dalam seni berdebat. Yang mereka cari adalah KEMENANGAN (atau validasi dari lawan bicara). Bahkan sesuatu yang sebenarnya tidak pentingpun bisa dijadikan alasan besar dengan analisa panjang lebar yang bahkan tidak ada kaitannya dengan permasalahan di awal.

Selain 6 hal diatas, masih banyak lagi tips dan trik untuk kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari yang akan saya bagikan dalam artikel-artikel selanjutnya.

Selamat berlatih menjadi seorang komunikator yang handal dimulai dengan menghindari 6 hal diatas.

Semoga artikel ini bermanfaat! 🙂

Dimas Rochmad

Written by Dimas Pribadi

September 12, 2008 at 11:57 am

Posted in Self Development

Tagged with

Mengenali 5 Tanda Kurang Percaya Diri

with 21 comments


(image taken from: http://library.thinkquest.org)

Suatu hari saya sedang makan siang bersama klien saya di sebuah restoran. Sebut saja namanya BUDI. Seorang yang cukup sukses untuk ukuran orang seusianya. Ditengah pembicaraan, ketika bercerita tentang kondisi perusahaannya, entah karena terlalu semangatnya, Budi secara tidak sengaja menyenggol gelas yang ada disampingnya dan tumpahlah es teh yang masih banyak tersebut ke meja kami.

Saya hanya tersenyum sambil membantu membersihkan meja dengan tisu, sementara Budi dengan paniknya membersihkan meja sambil berkata “Aduh, mejanya sih kecil banget!”.

Mendengar ucapan Budi, saya hanya bisa tambah tersenyum.

Bukan saya berniat untuk mengolok atau apapun, namun karena profesi saya sebagai trainer UnICoM  membuat saya menyadari ada ‘sesuatu’ dibalik kalimat yang diucapkan Budi.

Setiap hari saya selalu berlatih untuk mengenali kepribadian dan pola interaksi orang yang saya temui selama ini dari bagaimana CARA BERBICARA, BAHASA TUBUH mereka, atau bahkan melalui STRUKTUR WAJAH mereka.

Saat saya mendengar kalimat Budi, saya langsung menangkap salah satu SINYAL YANG SANGAT JELAS dari Budi yang berkata bahwa dia KURANG PERCAYA DIRI.

Anda pasti heran mengapa saya bisa menyimpulkan demikian…

Tidak apa-apa… lanjutkan dulu dan anda pasti akan memahami maksud saya.

Anda pernah mendengar kalimat “NOBODY PERFECT” ?

Saya yakin semua orang pasti pernah, namun tidak semua memahami dengan tepat apa manfaat dibalik kalimat ini. Semua orang tahu bahwa melakukan kesalahan adalah hal yang sangat wajar. Lalu jika kita menyadari hal ini, mengapa kita masih BERALASAN bahwa kita TIDAK PERNAH MELAKUKAN KESALAHAN?
Atau dalam kasus Budi yang meng’KAMBING HITAMKAN’ meja karena ukurannya yang sempit.

BERALASAN, MENYALAHKAN ORANG LAIN, dsb

Sebuah mekanisme pembelaan yang digunakan seseorang yang KURANG PERCAYA DIRI

Dalam UnICoM CONCEPT, secara jasmani atau fisik, ada beberapa tanda yang dapat anda gunakan untuk menganalisa apakah anda sedang kurang percaya diri.

Tanda-tanda ini sangat berguna untuk melakukan kontrol agar kondisi emosi anda tidak mudah terbaca oleh orang yang tidak anda inginkan.

Anda tidak ingin terlihat kurang Pede didepan bos atau klien anda bukan?

  1. MENCARI ALASAN ATAS TINDAKAN ANDA Contoh pertama sudah saya ceritakan lewat pengalaman saya dengan Budi. Orang yang percaya diri tidak butuh alasan atas setiap tindakan mereka, mereka hanya memberikan penjelasan secukupnya dan tidak mempermasalahkan anda percaya atau tidak pada penjelasannya. Jika Anda membuat sebuah kesalahan, hal itu tidak akan mengubah siapa anda. Adalah hak setiap manusia untuk membuat kesalahan dan anda tidak butuh sebuah alasan untuk menghindari hal itu.
  2. MERESPON KRITIK DENGAN CEPAT Saya yakin anda pasti pernah mengomentari performa teman anda dan mereka dengan cepat membalas komentar anda dengan berbagai alasan untuk meyakinkan anda bahwa hal itu perlu dimaklumi. Contohnya, jika anda mengatakan “Tumben kamu tidak dapat nilai bagus seperti biasanya?” dan teman anda langsung menjawab dengan cepat “Soalnya aku lagi capek, dan bla..bla.. “. jawaban seperti ini menunjukkan jika teman anda kurang percaya diri. Orang yang percaya diri akan mendengarkan lebih dulu sebuah kritik dan memilahnya apakah termasuk kritik yang membangun atau tidak.Bayangkan jika anda bertemu seorang binaragawan dan mengatakan “Kamu sepertinya lemah”

    Menurut anda apa responnya?

    Saya yakin dia hanya tersenyum (mungkin bahkan tertawa) dan pergi dengan pikiran SAYA-TIDAK-PERLU-MENANGGAPI-ORANG-INI-KARENA SAYA-TAHU-SAYA-KUAT.

  3. MENUTUPI KEKURANGAN Adalah normal kita tidak ingin diejek karena kekurangan kita. Misalnya jika anda takut terhadap makhluk halus, binatang tertentu, atau ketinggian. Hal tersebut adalah NORMAL dan banyak orang mempunyai kekurangan yang sama. Saya pernah menonton film horor bersama teman-teman saya dan diantara teman saya, dan salah satu diantara mereka sering menutup mata selama bioskop diputar. Saat saya meledeknya dengan berkata “Kenapa? Takut?” Dia menjawab “Ah, mana mungkin saya takut dengan yang beginian!”.Padahal saya cukup sering melihatnya menutup mata dengan tangannya 😀

    Cukup banyak orang memakai kalimat-kalimat seperti “Saya tidak pernah”, “Saya selalu” sebagai kompensasi untuk menutupi kekurangannya dihadapan orang lain.

  4. MENJADI PERFEKSIONIS Apakah itu perfeksionis? Cara gampang mengenalinya adalah jika anda menemui kalimat seperti “Aku harus dapat nilai sempurna” atau “Saya tidak boleh membuat kesalahan”. Seorang perfeksionis selalu menganggap dirinya gagal jika tidak mendapat dapat memenuhi targetnya dan hal ini membuat semakin berkurangnya rasa percaya diri. Seseorang yang percaya diri lebih memilih meraih keberhasilan daripada kesempurnaan. Jika dia sudah menganggap dirinya berhasil, maka dia tidak akan menghabiskan tenaga untuk membuat segalanya menjadi sempurna.
  5. BODY LANGUAGE Salah satu tanda yang paling kasar adalah bahasa tubuh. Seseorang yang kurang percaya diri selalu mengambil ‘POSISI BERTAHAN’.Seperti melipat tangan diikuti dengan menyilangkan kaki. Bahasa tubuh adalah cermin dari perasaan yang sesungguhnya dari seseorang. Jika anda melihat seseorang melipat tangannya dan menyilangkan kakinya saat bersama anda, maka orang tersebut sedang berada dalam kondisi tidak nyaman berada dengan anda. Pikiran bawah sadarnya mengatakan bahwa melipat tangan atau menyilangkan kaki akan melindungi dirinya dari gangguan luar.

Mungkin saat ini anda sedang mengatakan “Oh tidak, berarti selama ini saya kurang percaya diri?”

Saya tidak tahu pasti, namun saya sarankan agar LEBIH MENGENALI DIRI ANDA dengan mulai MENGANALISA DIRI SENDIRI, mulai dari pikiran anda, ucapan anda saat berbicara, dan bahasa tubuh anda.

Saya sendiri selalu berlatih untuk MELAWAN ILUSI yang ada di kepala saya yang mengurangi rasa percaya diri saya. Saya selalu termotivasi untuk membuktikan bahwa semua pikiran-pikiran negatif itu salah dan di akhir pembuktian saya, saya selalu puas karena MEMENANGKAN PERTARUNGAN dan mempunyai KONTROL 100% atas tubuh dan pikiran saya.

Mari belajar mengenal diri kita mulai dari sekarang! 🙂

Written by Dimas Pribadi

June 3, 2008 at 1:53 pm

Posted in Self Development

Bagaimana Cara Membuat Diri Kita Nyaman Saat Bersama Orang Asing

with 27 comments

Pernahkah Anda datang pada sebuah pesta resepsi pernikahan seseorang yang tidak Anda kenal atas ajakan teman, istri, suami, atau mungkin pacar Anda?

Saya yakin sekali Anda pasti pernah walaupun hanya sekali mendatangi acara semacam ini walaupun Anda tidak kenal dengan kedua mempelai.

Lalu ketika acara berlangsung, pasangan Anda bertemu dengan sahabat-sahabat lamanya….mungkin sahabat SMU atau kuliah, yang tidak satupun Anda kenal.

Kemudian pasangan Anda dan sahabatnya membentuk ‘lingkaran nostalgia’ yang Anda jelas tidak ikut didalamnya karena mereka tidak mengenal Anda. Mereka kemudian akan ngobrol sendiri tanpa melibatkan Anda dan Anda hanya diam saja mengikuti percakapan mereka dengan terpaksa.

Anda merasa TIDAK NYAMAN berada di lingkaran tersebut dan ingin segera meninggalkan mereka dengan alasan mengambil minuman atau alasan lain yang dapat membuat Anda keluar dari perbincangan tersebut.

Pernahkah Anda mengalami situasi seperti yang saya ceritakan diatas? Atau setidaknya kondisi serupa dimana Anda tidak nyaman ketika bertemu dengan orang-orang baru?

Jika Anda merasa tidak pernah mengalami masalah seperti diatas, maka saya SANGAT BANGGA dengan Anda! Berarti Anda adalah seseorang dengan kehidupan sosial yang aktif, menyenangkan, dan tidak mempunyai masalah untuk beradaptasi di lingkungan baru .

Namun bagi Anda yang pernah mengalami hal ini, saya akan coba untuk membantu  bagaimana agar Anda tetap merasa nyaman kapan saja dimana saja, bahkan di dalam lingkungan yang benar-benar baru bagi Anda.

Sebelum itu saya ingin Anda membayangkan sekali lagi situasi resepsi pernikahan diatas

Teman atau pasangan Anda bertemu sahabat-sahabat lamanya…

Lalu mereka bernostalgia membicarakan masa lalu mereka

Anda berada dalam lingkaran diskusi tersebut

Saat mereka mengobrol….

Anda mengikuti perbincangan tersebut dan ikut melontarkan beberapa komentar atau gurauan

Lalu Anda bersama-sama mereka tertawa dan larut dalam lingkaran pembicaraan yang sangat menyenangkan

Sepulang dari resepsi, Anda mendapatkan banyak sahabat baru yang suatu saat pasti Anda akan membutuhkan mereka

Bagaimana?

Terasa SANGAT MENYENANGKAN bukan?

Mungkin yang menjadi pertanyaan Anda di kepala Anda adalah

“APA YANG HARUS SAYA BICARAKAN?”
“BAGAIMANA CARA MEMULAINYA?”
“SAYA TIDAK KENAL MEREKA, JADI KENAPA SAYA HARUS IKUT MENGOBROL?”
“SAYA TAKUT BIKIN MALU KARENA SALAH BICARA”
“MEREKA SEMUA ORANG KAYA SEDANGKAN SAYA HANYA ORANG BIASA SAJA”

Oke..oke…STOP!!

Saya yakin Anda pasti punya seribu pertanyaan lagi selain pertanyaan yang saya sebutkan diatas.

Namun bukan PERTANYAAN seperti diatas yang penting!

PERTANYAAN ITU MUNCUL KARENA ANDA TIDAK CONFIDENCE

Ya, simple memang

Anda terlalu sibuk membayangkan ILUSI kejadian yang tidak Anda inginkan jika Anda melakukan kesalahan.

Anda TAKUT MELAKUKAN KESALAHAN dan TAKUT HAL ITU BERAKIBAT BURUK PADA IMAGE ANDA.

Hal ini seharusnya sudah dapat diatasi jika Anda memiliki kepercayaan diri yang tinggi.

Saya akan membagikan beberapa tips dari aplikasi konsep UnICoM yang dapat Anda latih untuk meningkatkan CONFIDENCE Anda agar Anda dapat merasa nyaman kapan saja dimana saja.

  1. SAPA SIAPAPUN YANG Anda TEMUI 
    Entah orang tersebut teman akrab, tetangga yang tidak terlalu kenal, satpam perumahan, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun, BERIKAN SAPAAN DAN SENYUMAN Anda.
  2. PERBANYAK FREKUENSI MENGOBROL 

    Jika Anda termasuk orang yang pendiam di lingkungan Anda, cobalah untuk selalu memulai pembicaraan lebih dulu. Apapun topiknya, hal ini akan melatih kemampuan linguistik Anda yang akan sangat mendukung Anda untuk berinteraksi dengan lingkungan baru.

  3. BERANI JUJUR KEPADA DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN 

    Seberapa banyak Anda merasa kecewa, atau capek karena Anda harus menahan diri untuk sesuatu yang Anda inginkan, hanya karena Anda TIDAK INGIN TERLIHAT BURUK dimata orang lain? Hal ini sangat penting. Jika Anda menginginkan sesuatu, jangan sampai Anda membatalkannya hanya karena Anda TAKUT DI-CAP ini itu oleh teman-teman Anda. Teman-teman Anda BISA BERKOMENTAR, tapi TIDAK BERTANGGUNG JAWAB ATAS HIDUP Anda.Saya sering mendengar komentar negatif dari teman-teman saya (walaupun niatnya hanya bercAnda) yang mengatakan, “Ah, sok akrab kamu” atau “Biasanya kamu tidak seperti ini” atau “Cieee”. Komentar yang ringan namun dapat berdampak sangat besar jika Anda belum memiliki tingkat kepercayaan diri yang kuat.

  4. PERBANYAK JUMLAH SAHABAT POSITIF 

    Lingkungan yang positif akan sangat bagus untuk seluruh aspek kehidupan Anda. Mereka akan mendukung seratus persen jika Anda ingin berubah ke arah yang lebih baik dan akan mensupport Anda jika Anda sedang mengalami masalah. Saya tidak berkata untuk meninggalkan teman-teman lama Anda karena saya tahu pasti diantara mereka ada sahabat-sahabat terbaik Anda. Namun yang perlu digaris bawahi adalah, sedekat apapun sahabat Anda, MEREKA TIDAK BERTANGGUNG JAWAB TERHADAP PERKEMBANGAN DIRI Anda. Anda berdiri diatas kedua kaki Anda sendiri dan Anda dapat menggerakkannya kemanapun sesuai yang Anda inginkan.

  5. SAATNYA MENGUPGRADE BAJU ANDA 

    Saya tahu, ini kelihatan sepele, namun setelan yang tepat dapat meningkatkan kepercayaan diri Anda. Bayangkan Anda memakai sandal butut, kaos oblong ditengah-tengah banyak orang yang berpakaian keren dan gaul. Jika Anda cukup confidence dalam situasi seperti itu, saya akan mengacungkan jempol bagi Anda. Namun jika tidak, bayangkan betapa malunya Anda melihat tatapan sinis dari orang-orang tersebut. Mengenakan pakaian terbaik Anda setiap waktu akan membuat Anda tampil lebih percaya diri.

Jika Anda sudah membaca sampai sini, saya asumsikan bahwa Anda sudah mengerti bahwa problem utamanya adalah KURANGNYA RASA CONFIDENCE, RASA NYAMAN TERHADAP DIRI SENDIRI sehingga Anda merasa tidak nyaman jika berada ditengah-tengah orang yang tidak Anda kenal.

Manusia berperilaku dari cara pikir yang sudah tertanam bertahun-tahun yang dikenal sebagai MINDSET. Mindset yang salah mengakibatkan timbulnya perasaan-perasaan negatif yang terpancar dari bahasa tubuh kita.

Jika Anda pernah melihat film BOURNE IDENTITY, Anda dapat melihat sang tokoh utama Jason Bourne dapat bertarung menggunakan apapun yang ada di sekitarnya atau bahkan tangan kosong untuk memenangkan perkelahian. Hal itu dapat terjadi karena Jason Bourne sudah memiliki SENJATA UTAMA yang paling berbahaya, YAITU DIRINYA SENDIRI dengan MINDSET SEORANG JAGOAN.

Karena MINDSET saya analogikan sebagai SENJATA UTAMA Anda.

Dan MINDSET dapat dibentuk melalui proses latihan berulang hingga menjadi KEBIASAAN.

Bagaimana membentuk MINDSET?

Salah satunya adalah Visualisasi

Artikel ini saya dedikasikan khusus untuk Anda, semoga bermanfaat 🙂

 

Written by Dimas Pribadi

May 29, 2008 at 10:59 pm

Posted in Self Development

Memberi Kesan Positif Dalam 5 Detik Pertama Wawancara Kerja

with 5 comments


(image taken from http://davecaudill.com)

Pernahkah Anda mendengar iklan di TV yang berkata “Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda” ?

Saya sangat menyukai iklan tersebut karena HAL ITU MEMANG BENAR.

Kita boleh saja beralasan bahwa kita tidak boleh menilai orang lain hanya dari luarnya saja. Saya tidak menyalahkan argumen seperti. Bahkan jika Anda benar-benar menerapkannya, saya akan sangat salut dengan Anda bahwa Anda bukanlah orang cepat mengambil kesimpulan dari kesan pertama.

Namun bagaimana jika Anda hanya bertemu dengan seseorang satu kali saja seumur hidup Anda? Seperti wawancara kerja.

Satu pertemuan yang menentukan masa depan Anda.

Satu pertemuan yang jika Anda tidak dapat mensiasati dapat menyebabkan Anda dianggap sebagai orang yang tidak kompeten, membosankan, tidak tegas, kurang percaya diri, dan tidak cocok untuk bekerja di perusahaan yang Anda datangi.

Sekali Anda gagal, tidak akan ada lagi kesempatan kedua untuk menunjukkan seperti apa diri Anda yang sesungguhnya sesungguhnya.

Dan yang lebih membuat Anda kesal adalah, Anda melakukannya dengan TIDAK SADAR!

Mungkin hanya karena Anda sedikit tegang, Anda tidak terlihat seperti biasanya. Anda tidak dapat menunjukkan kemampuan terbaik Anda pada saat wawancara

Saya tidak akan mengatakan sesuatu yang kuno seperti “Pede aja” atau “Jadilah pendengar yang baik” atau jargon-jargon yang hanya menyarankan tanpa memberi tahu bagaimana cara melakukannya.

Saya akan memberikan sesuatu yang EFEKTIF dan LANGSUNG DAPAT DIPRAKTEKKAN.

Dengan beberapa kali mencobanya, Anda akan terlihat sangat berbeda dihadapan orang yang baru Anda kenal. Jika Anda melakukannya sesuai tips saya, maka 90% Anda akan memberikan kesan yang positif.

Saya sengaja tidak menyebutkan 100% karena kadang-kadang ada orang yang memiliki masa lalu yang kurang bagus dan Anda (sialnya) mengingatkannya akan memori buruk tersebut. Sebagai contoh jika wajah Anda mirip dengan mantan pacar yang mengkhianati orang tersebut, maka orang tersebut akan cenderung berpikir Anda pasti mengkhianatinya padahal Anda adalah orang yang sangat setia terhadap pasangan Anda.

Ya kan? :p

Seseorang memerlukan 5-10 detik untuk membentuk kesan pertama terhadap Anda. Dan kemungkinan dia akan perlu beberapa menit untuk mengkonfirmasi kesan yang dia bentuk. Jadi jika Anda memanfaatkan beberapa detik pertama untuk membuat dia terkesan, maka Anda sudah 90% sukses.

Saya tahu Anda pasti berpikir dalam waktu sesingkat itu tidak mungkin Anda bisa memberikan kesan baik terhadap orang lain. Anda pasti berpikir bahwa Anda harus ngobrol akrab panjang lebar dalam situasi informal untuk dapat menunjukkan bahwa Anda adalah orang yang menyenangkan.

Namun ada kabar baik bagi Anda, jika Anda melakukan hal-hal seperti yang saya sebutkan dibawah ini dalam 5-10 detik pertama, saya yakin Anda akan memberikan “Kesan pertama begitu menggoda” bagi mereka

Oke saya yakin Anda sudah tidak sabar, berikut ini adalah hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mendapatkan kesan positif dalam waktu singkat.

  1. KONTAK MATA YANG CUKUP
    Hal pertama yang dapat Anda lakukan adalah melakukan kontak mata yang cukup. Maksud saya cukup adalah melihat mata lawan bicara Anda dengan pandangan wajar dan antusias (bukan melotot mengancam atau atau pAndangan jenis lainnya). Kontak mata yang cukup biasanya terjadi sekitar 70%-80% dari pertemuan
  2. BERJABAT TANGAN
    Berjabat tanganlah dengan akrab dan kokoh. Jabat tangan yang kokoh dan akrab dipadukan dengan kontak mata yang cukup akan memberi kesan bahwa Anda adalah seseorang yang sangat percaya diri dan tegas. Anda tidak perlu sampai meremas terlalu kuat kecuali Anda ingin dipecat sebelum bekerja. Cukup berikan sedikit tenaga saat bersalaman dengan pewawancara. Jabat tangan yang lemah menunjukkan bahwa Anda kurang percaya diri.
  3. TAMBAHKAN SENYUMAN
    Jika Anda sudah melakukan point 1 dan point 2, maka Anda akan terlihat sangat percaya diri, namun pada saat yang bersamaan terlihat menakutkan. Karena itu tambahkan senyuman bersahabat di wajah Anda. Senyuman Anda akan membuat orang lain berpikir bahwa Anda adalah orang yang menyenangkan, ramah, dan bersahabat. Dengan begitu pewawancara dapat merasa lebih nyaman saat ‘menginterograsi’ Anda dan mulai membayangkan betapa nyamannya bekerjasama dengan Anda. Saran saya, tersenyumlah dengan tulus. Senyuman palsu dan tidak tulus akan terbongkar dengan mudah dalam waktu singkat.
  4. DUDUK DENGAN PUNGGUNG TEGAK DAN TARIK BAHU KE BELAKANG
    Posisi punggung tegak adalah tanda jika Anda percaya diri, bahagia, atau tertarik. Jangan pernah menyilangkan kaki atau melipat tangan ketika sedang duduk karena hal ini memberikan kesan bahwa Anda tidak nyaman atau bahkan ketakutan.

    Jangan menempatkan sesuatu(map, tas, dll) antara Anda dan pewawancara seperti gambar diatas karena hal ini menimbulkan efek yang sama dengan melipat tangan dan menyilangkan kaki.

  5. JANGAN GARUK HIDUNG ANDA
    Apa hubungan antara hidung gatal dengan wawancara? Percayalah hal itu ada hubungannya secara psikologi dan biologi dan saya tidak akan menjelaskannya disini karena terlalu panjang. Jika hidung Anda tiba-tiba merasa gatal dan Anda ingin menggaruknya, JANGAN LAKUKAN!Hal ini akan memberi kesan bahwa Anda mengevaluasi sesuatu yang tidak Anda sukai dari lawan bicara. Saat wawancara, Anda tidak dapat menunjukkan kondisi emosi Anda kecuali Anda memang ingin menunjukkannya.
  6. PILIH BUSANA BERWARNA BIRU
    Jika Anda mempunyai kemeja atau setelan berwarna biru, saya SANGAT MENYARANKAN untuk memakainya pada saat wawancara. Dalam ilmu psikologi, biru memberi kesan LOYAL dan JUJUR. Memakai sesuatu berwarna biru akan memberi kesan bahwa Anda adalah orang yang setia dan jujur.

Bagaimana? Cukup mudah bukan! Saya yakin seratus persen bahwa Anda langsung bisa melatihnya sekarang juga didepan cermin di kamar Anda untuk wawancara esok hari.

Artikel ini saya dedikasikan khusus untuk Anda, semoga bermanfaat dan selamat mencoba! 🙂

Written by Dimas Pribadi

May 28, 2008 at 11:14 am

Posted in Self Development