(image taken from: http://www.amdsb.ca)

MLM atau Multi Level Marketing adalah salah satu bentuk sistem pemasaran modern yang mempunyai kekuatan LUAR BIASA.

Ya…LUAR BIASA!

Anda pasti sering mendengar kalimat LUAR BIASA jika anda pernah menghadiri presentasi atau seminar salah satu perusahaan MLM.

Biasanya kalimat lain yang sering menjadi langganan adalah …SUKSES, SAYA BISA, dan variasi-variasi kalimat motivasi lainnya.

Di Indonesia, MLM sudah sangat dikenal berbagai lapisan masyarakat dan menjadi kontroversi karena di tengah kemelaratan bangsa kita, bisnis MLM menjanjikan setiap pelakunya kekayaan tiada batas.

Dari kalangan pegawai kantoran, guru, dokter, mahasiswa, bahkan tukang sayur keliling sudah mengenal atau bergabung dalam bisnis ini. Sudah banyak pula kita dengar success story mereka yang berpenghasilan hingga ratusan juta rupiah perbulan dari bisnis tersebut.

Saya akan mencoba membagikan hasil pengamatan saya tentang kesalahan fatal yang masih dilakukan para distributor atau agen bisnis network marketing dari segi cara mereka menjual pada costumer.

Suatu malam saya dan Bapak Edi Setiawan (trainer UnICoM) berdiskusi mengenai selling atau teknik menjual, bagaimana seharusnya cara menjual yang efektif, namun sesuai dengan kondisi sosial budaya yang ada di Indonesia.

Kebetulan saat itu kami membahas berbagai jenis cara penjualan yang sudah ada berikut contoh kasusnya. Salah satunya yang kami anggap paling menarik adalah network marketing atau MLM, yang akhir-akhir ini gaungnya sudah jarang terdengar.

Saya dan Pak Edi menceritakan pengalaman dan opini masing-masing tentang MLM, bagaimana ketika pertama berkenalan, mengupas business rulenya, kelebihan dan kekurangan sistemnya, hingga ke person-person yang kami ketahui menjalankan bisnis tersebut.

Anda mungkin pernah mengalami kejadian seperti saya dibawah ini…

Salah seorang teman atau kolega saya ngotot tiba-tiba mengajak saya ke sebuah seminar, dan ketika saya tahu acara tersebut diadakan sebuah perusahaan MLM, saya (dengan sengaja) berusaha menghindar dari acara tersebut.

Saya merasa DIJEBAK

Saya bisa merasakan seseorang berusaha memprospek saya jika dalam setiap obrolan, dia pasti menghubungkan apapun topik obrolan… dengan MLMnya, dan dengan intens membuat saya tertarik untuk bergabung dalam bisnisnya.

Namun yang paling tidak saya sukai adalah…DIA MENCERAMAHI SAYA

Dia merasa bahwa bergabung dalam bisnisnya adalah SOLUSI UNIVERSAL untuk semua permasalahan saya.

Inilah contoh Solusi Universal yang saya maksud :D

1. Saya tidak punya pacar ->solusinya gabung MLM untuk bertemu calon-calon pacar yang jika nanti jadian, akan kemana-mana berdua mencari prospek bersama

2. Saya sedang bermasalah dengan keluarga saya -> solusi gabung MLM untuk sukses, maka keluarga akan akur kembali karena saya sukses

3. dll yang sengaja dihubung2kan dimana solusi akhirnya adalah JOIN

Saya akhirnya mulai merasakan ada unsur PAKSAAN yang menyertai penawarannya…

Akibatnya saya mulai MALAS BERTEMU dengannya lagi karena saya merasa dia akan membuntuti saya seumur hidup agar membuat saya membayar sejumlah uang yang cukup lumayan untuk mendapat produk yang belum tentu saya butuhkan.

SAYA MERASA DIA MEMANFAATKAN PERTEMANAN KAMI DEMI KEUNTUNGAN PRIBADI!

Apakah anda mengalami apa yang saya alami?

Mirip? atau… persis?

Jika YA, ada beberapa hal yang mungkin anda perlu ketahui…

Jika anda menganggap teman anda menjebak anda…

HAL ITU SANGAT TIDAK BENAR!

Saya sempat berpikiran sempit terhadap sahabat saya sendiri ketika mengalami hal tersebut

Namun saya sadar, mereka TIDAK MUNGKIN berpikiran seperti itu

Mereka hanya MENJUAL DENGAN CARA YANG SALAH

Mereka mungkin terlalu antusias hingga terlalu banyak berkoar-koar tentang mimpi-mimpi

Mereka kemungkinan hanya tenggelam dalam pikiran mereka sendiri

Yang berakibat… anda berpikir mereka TERLIHAT lebih mengutamakan uang daripada hubungan pertemanan dengan anda…

Jika anda mau memikirkan sekali lagi, anda pasti mengerti maksud saya

Bagaimana mungkin harga persahabatan yang tidak ternilai dapat diganti oleh ’secuil’ uang

KEHILANGAN TEMAN DEMI UANG?

Mungkin anda pernah mendengar dari para petinggi MLM bahwa bisnis tersebut adalah BISNIS MENOLONG ORANG…

Apakah mereka menjelaskan artinya MENOLONG?

Apakah anda merasa MEREKA BERNIAT MENOLONG ANDA?

Apakah mereka mau MENOLONG TANPA PAMRIH?

Kebanyakan para pemula bisnis ini akan menggembar-gemborkan bahwa mereka akan membantu mengatasi permasalahan si prospek, namun yang dimaksud para pemula tersebut adalah…

KALAU KAMU JOIN MAKA SAYA TOLONG KAMU UNTUK MENGHASILKAN UANG UNTUK SAYA

Disini satu lagi kesalahan fatal yaitu NIATAN YANG SALAH

………………………………………………………………………………….

Anda harus tahu RAHASIA TERBESAR dalam menjual yaitu :

ANDA MENJUAL KEPRIBADIAN ANDA, BUKAN BARANG ANDA

Barang hanya ALASAN LOGIS kenapa orang membeli dari anda

Orang lebih senang membeli dari seorang penjual yang BENAR-BENAR BERNIAT UNTUK MENOLONG mengatasi permasalahan mereka SEBAGAI SEORANG TEMAN

Bahkan untuk permasalahan yang tidak ada hubungannya dengan jualan sekalipun.

Saya ulangi keywordnya…MENOLONG, SEBAGAI SEORANG TEMAN

Betapapun sebuah produk tidak memiliki keunggulan dibanding produk lain, si penjual akan menjadi pilihan pertama jika pembeli merasakan suatu ikatan persaudaraan dan percaya bahwa penjual tersebut selalu berada di pihak mereka dan tidak mungkin mengambil untung dari ’saudara’ sendiri

Pendapat saya ini ketika saya sampaikan, diamini 100% oleh Bapak Edi karena itu sudah lama menjadi salah satu dasar konsep UnICoM dalam hal communication for selling. Alangkah kagetnya saya ketika hal ini ternyata sudah lama ada, namun mengapa para networkers di luar sana belum banyak yang tahu dan masih saja menggunakan cara-cara yang saya bilang sebagai PREMANISME DALAM MENJUAL.

Mungkin pola pikir ini akan sedikit lebih lambat pada awalnya, namun efek pada jangka panjangnya, pembeli akan MERASA NYAMAN, membeli dan membeli lagi dari anda, kemudian  merekomendasikan ke semua orang dimana kekuatan rekomendasi dari mulut ke mulut sangat dahsyat.

Prinsip inilah yang sudah dilupakan oleh para penjual yang lebih mengutamakan meraih keuntungan dengan cepat, bahkan bersedia mengorbankan hubungan pertemanan hanya untuk uang yang tidak seberapa nilainya.

Dan karena pemahaman yang keliru pada ungkapan BISNIS MENOLONG ORANG inilah yang membuat masyarakat begitu anti terhadap MLM.

Anti terhadap penjualnya berakibat anti terhadap produknya.

Coba bayangkan! Apa anda mau membeli barang yang ditawarkan oleh seorang preman dengan gerak-gerik mencurigakan? Sedangkan si preman sebenarnya menjual barang yang bagus dengan harga murah (dan bukan barang curian).

Ada faktor lain yang juga sangat penting yang akan saya coba share pada artikel selanjutnya, yaitu faktor KEPERCAYAAN yang saya yakini juga sudah dilupakan banyak penjual sekarang ini, tidak hanya distributor direct selling saja namun juga sales-sales yang lain.

Saya juga akan menyertakan hasil diskusi saya dengan Bapak Edi Setiawan tentang bagaimana konsep UnICom dapat memberi solusi untuk permasalahan PREMANISME ini.

Nantikan artikel selanjutnya, semoga bermanfaat bagi anda :)

Dimas Rochmad


  1. Wah pengalaman banget dengan MLM :D
    kayaknya kita sependapat nih :D hehehe

  2. dr

    weds bintang piro ngeh? :mrgreen:

  3. @aRuL

    Wah, berarti dirimu open-minded juga rul. Btw aku cuma ingin menganalisa apa sih yang membuat kuping kita ‘gatal’ begitu mendengar tiga huruf ini …hahaha

    @dr

    aku bintang tamu saja :D

  4. hiks hiks saya trauma ikut mlm

  5. @zoelchaniago

    ahaha…banyak temennya kok..jadi santai saja…

  6. Hahahah,,,
    Aku kemaren juga pernah di’prospek’ ma temen ku….hhehehe…
    Total udah 5 kali aku di prospek,,,,,,-dengan tipe dan gaya yang sama-…
    Mas Dim….tak add yo blog mu di punyaku…

  7. @ryozee

    okee…silakaaaan

  8. Agil

    Yang aku tahu sih Pak Edy setiawan tidak negatif terhadap MLM.Sejauh kita tidak menyalahi aturan main yang ada.
    Bahkan kemarin beliau memberikan pelatihan di grup kami.

  9. @agil

    Benar, saya juga sependapat dengan anda kalau beliau tidak negatif terhadap MLM, justru dari beliau saya mendapatkan perspektif baru mengenai MLM

    memberikan pelatihan di grup anda? saya yakin grup anda akan banyak mendapatkan materi yang jarang diberikan oleh sistem anda selama ini…semoga sukses

  10. Alow sobat pa kbr ni sehat2 kan? Lam knal ya ni aq AR Eros mahluk unik dan langka dari lereng gunung Welirang tepate Prigen Pasuruan. bayi blogger yang lahir 8 juli 2008 kemarin (8-7-8) angka yg lumayan unik ya. oia aq boleh kn jd tmen km kn ? Add aq yach pliss. Aq mw add ga tw imel km ne. oia sempetin jg mampir ke web q ya? berbagi hal-hal umum, seru, kocak, gokil dsb. juga baca pgalaman q di datangi malaikat bukan untuk mengaku jadi imam mahdi apalagi jadi nabi akhir zaman tapi dia dy perantara utusan Allah SWT untuk melakukan perubahan dasyat klik sni ya : http://www.areros.co.cc

  11. @AR Eros

    oke, nice to meet you eros :)

  12. Hahahaha jadi disadarikan? yang salah bukan sistem MLM nya tapi oknum yang menyampaikannya, kalau gitu ga usah alergi dng yang namanya MLM. Yng penting dalam mencari nafkah pada jalan yang lurus .

  13. @Moh. Tauhid

    benar sekali mas, seringkali kita gampang menelan mentah2 sebuah justifikasi yang sudah beredar sebelum kita mengetahui apa yg terjadi sebenarnya

  14. GETTING2RICH

    salam kenal mas.thx atas artikel bagusnya:)

  15. salam kenal juga, terimakasih atas kunjungannya

  16. Asal jangan salah pilih kendaraan mlm mas, saya di 4life fun aja kok, mlm yang salah bukan sistemnya tapi orang2 yang menjalankannya serta ngak di dukung sama kredibilitas perusahaan, saya yakin mlm di masa depan akan bangkit lagi.




Leave a Comment